Header Ads

153 Anggota Parlemen Thailand Akan Mundur

Aisha News - Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra didesak oleh pengunjuk rasa agar mengundurkan diri. Alasannya adalah Yingluck dinilai dikendalikan oleh saudaranya " Thaksiin Shinawatra ".

Suthep Thauksuban sang pemimpin unjuk rasa yang juga mantan Wakil Perdana Menteri, kembali menyerukan sebuah aksi untuk menggulingkan kekuasaan Yingluck.

Yingluck sendiri telah menawarkan referendum untuk mengakhiri dan menyelesaikan kekisruhan politik. Ia mengatakan siap untuk membubarkan parlemen apabila tercapai kesepakatan dengan penentangnya.

Akan tetapi pihak oposisi tetap mendesak Yingluck agar turun dari posisinya dan digantikan dengan Dewan Rakyat yang tidak dipilih melalui Pemilihan Umum.

Partai Demokrat akan mundur untuk menekan tuntutannya. Partai tersebut adalah partai tertua di Thailand, dan 153 anggotanya siap mengundurkan diri dari parlemen.

" Kami memutuskan akan mundur dari parlemen dan akan bersama dengan rakyat untuk melawan rezim Thaksin Shinawatra. " ucap seorang anggota Partai Demokrat, Sirichok Sopha.

Thaksin Shinawatra telah digulingkan oleh pihak Militer Thailand pada tahun 2006. Ia juga telah didakwa dengan kasus korupsi. Akan tetapi Yingluck yang sedang berkuasa mengajukan RUU Amnesti, yang mempunya peluang besar Thaksin akan kembali tanpa harus diadili.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.