Header Ads

3 Anggota Milisi Tewas Dalam Serangan Ke Pangkalan Militer Ukraina

Aisha News - Arsen Avakov, Menteri Dalam Negeri Ukraina, pada Kamis (17/4/2014), dalam sebuah aksi penyerbuan yang gagal, tiga penyerang dilaporkan tewas dan 13 orang lainnya mengalami cedera. Para pasukan Ukraina telah berhasil menghalau sebuah serangan bersenjata ke pangkalan militer mereka yang terletak di kota Mariupol di wilayah tenggara negeri tersebut.

Sebanyak 300 orang telah menyerbu pangkalan militer dari Ukraina tersebut, tepatnya pada hari Rabu (16/4/2014) malam, mereka menggunakan pistol dan bom molotov. Mendagri Ukraina Arsen Avakov melaporkan dalam kejadian tersebut tak satupun prajurit dari pihak Ukraina mengalami luka dalam serangan itu.

Sesaat sebelumnya, pphak kelompok separatis di wilayah timur Ukraina telah mencatat sejumlah kemenangan lainnya, pada saat itu mereka telah berhasil menguasai seluruh kendaraan berlapis baja serta sejumlah senjata dari pasukan pemerintah yang memang sebenarnya minim perlengkapan di kota Kramatorsk.

Dengan tanpa perlawanan yang berarti, pasukan Ukraina lantas menyerahkan kendaraan lapis baja miliknya tersebut kepada para milisi bersenjata.

"Apa yang seharusnya saya lakukan pada saat berada di bawah todongan senjata api?" ungkap seorang prajurit Ukraina yang tidak menginginkan namanya disebutkan.

Kemudian saat itu mereka menggunakan kendaraan lapis baja tersebut untuk berkeliling kota Kramatorks dan Slovyanks dengan disambut oleh warga bagaikan pahlawan berjasa yang baru saja kembali dari medan pertempuran.

Laporan dari Kantor berita Interfax mengabarkan bahwa Miroslav Rudenko, seorang pimpinan separatis yang berada di Slovyanks, mengatakan para prajurit Ukraina yang pada saat itu kendaraannya telah direbut, diberi sebuah tawaran untuk ikut bergabung dengan pasukan milisi lokal atau memilih untuk meninggalkan wilayah tersebut.

Para pasukan milisi separatis yang menempati kota Slovyanks sejauh ini juga telah menguasai sebuah markas kepolisian dan sejumlah gedung pemerintah. Mereka telah menuntut otonomi yang lebih luas lagi untuk Ukraina timur serta hubungan yang lebih erat dengan Rusia.

Situasi yang juga menandai kemunduran situasi dari Ukraina tersebut terjadi hanya berselang 24 jam setelah terjadinya operasi militer Ukraina untuk berusaha merebut kembali kendali atas kota Solvyanks dan beberapa kota lainnya telah diumumkan untuk mengembalikan kedaulatan pemerintah Ukraina di wilayah tersebut.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.