Header Ads

Adolf Suarez Meninggal Dunia

Aisha News - Adolfo Suarez, Perdana Menteri pertama Negara Spanyol pada era setelah kekuasaan Jendral Francisco Franco, telah meninggal dalam pada usia 81 tahun, hari Minggu (23/3/2014). Spanyol juga telah menetapkan selama tiga hari ke depan sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati hari kematiannya.

"Adolfo Suarez adalah titik pertemuan untuk rekonsiliasi antara orang-orang bangsa Spanyol," ungkap Mariano Rajoy, Perdana Menteri Spanyol yang sekarang menjabat, ketika mengenakan setelan hitam dan berdasi, saat berpidato di sebuah stasiun televisi, Minggu.

Rajoy sangat memuji Adolfo Suarez sebagai salah satu tokoh paling penting dan berpengaruh bagi Spanyol, sekaligus juga mengumumkan hari berkabung nasional tersebut. "Intuisi, keterampilan, kecerdasan dan keberaniannya menjadi sebuah kunci penciptaan untuk negara yang lebih bebas dan adil dimana di tempat kita hidup," tambahnya dia.

Raja Juan Carlos pun tak lupa memberikan pujiannya bagi Suarez sebagai rekan yang sangat luar biasa dan teman yang setia, dalam pidato televisi. Saat melakukan pidato duka tersebut, Raja Juan Carlos memamerkan sebuah foto saat dia bersama Suarez, dengan tangannya yang berada di bahu Suarez.

"Suarez sendiri dipandu setiap saat oleh kesetiannya pada kerajaan yang ia pegang teguh dan semua yang telah diwakilinya, (yaitu) demokrasi, aturan hukum, kesatuan, dan keragaman Spanyol," ungkap Raja Juan Carlos.

Pada masa pemerintahan Adolfo Suarez, begitu banyak diwarnai dengan beragam bahaya dan perjuangan, mulai dari perpecahan di dalam partai, masa kesulitan ekonomi Spanyol, banyaknya perbedaan pendapat dari kubu militer dan pemerintah daerah, serta pemberontakan oleh kelompok bernama Basque ETA.

Adolfo Suarez adalah salah satu pelaku dan icon hidup terakhir dari sejarah transisi halus dari kekuasaan diktator Spanyol selama masa pemerintahan pimpinan Jendral Francisco Franco, dalam perjuangan menuju reformasi demokratis. Suarez dan Raja Juan Carlos sendiri telah mewujudkan demokratisasi tersebut setelah Jenderal Francisco Franco meninggal.

Meskipun Suarez lahir sebagai Republikan, Ia sempat menjadi anggota sebuah rezim yang dipimpin Jenderal Franco. Dia adalah kepala lembaga penyiaran negara juga sekaligus seorang pemimpin senior dalam National Movement, partai Franco dengan aliran fasis.

Raja Juan Carlos yang menggantikan Jenderal Francisco Franco sebagai kepala negara menunjuk Adolfo Suarez sebagai perdana menteri pada tahun 1976, ketika Suarez berusia 44 tahun. Pemilu berikutnya mengukuhkan jabatan Suarez saat itu.

Suarez merupakan pemimpin yang sangat kharismatik serta dikagumi karena bakatnya yang luar biasa mewujudkan perdamaian. Dia mengawasi pembentukan partai politik dan membantu mereka dalam membahas konsensus untuk menyusun konstitusi. Hasilnya, konstitusi baru Spanyol telah disetujui melalui referendum pada tahun 1978.

Pada tahun 2008, Suarez yang telah menarik diri dari penampilan publik, sudah menerima penghargaan Fleece Golden dari Raja Juan Carlos. Dia pun mendapat gelar kerajaan, yaitu "Duke of Suarez".

Dokter yang merawat Suarez di rumah sakit Cemtro, Isabel de la Azuela, mengatakan bahwa penyebab kematian Suarez adalah perkembangan alami dari penyakit Alzheimer yang sudah dideritanya selama satu dekade terakhir. "Dia telah meninggal dengan tenang dan dikelilingi keluarga. Hidupnya sangat berkualitas sampai saat terakhir," ungkapnya dalam sebuah jumpa pers, pada hari Minggu.
Diberdayakan oleh Blogger.