Header Ads

Angka Pernikahan Di Iran Menurun Sedangkan Perceraian Mningkat

Aisha News - Hasil dari sebuah penelitian telah mengungkap nahwa satu dari lima pernikahan di Iran dalam sepanjang tahun selalu berujung dengan perceraian. Fakta terbaru ini dianggap sangat ironis karena pemerintah telah berupaya mendorong sebanyak mungkin agar pasangan muda segera menikah dan memiliki anak untuk dapat memerangi pertumbuhan penduduk yang terhitung sangat lambat di Iran.

Sebuah data terbaru yang telah dirilis pada hari Selasa (22/4/2014) juga menunjukkan bahwa semakin sedikit orang yang melaksanakan pernikahan karena kekhawatiran akan perpecahan pada keluarga. Dinas catatan sipil Iran, yang mencatat perkawinan dan perceraian, telah mengungkapkan jumlah perceraian semakin meningkat sampai akhir Maret 2014 ini.

"Laporan terbaru mengungkao bahwa sebanyak 153/753 pasangan telah mengajukan permohonan cerai tahun lalu. Dengan jumlah pasangan yang menikah dalam periode yang sama sebanyak 757.197 pasangan maka jumlah angka perkawinan justru semakin menurun dengan jumlah 4,4 persen," kepala dinas catatan sipil, Ahmad Toysarkani, seperti yang dikutip dari kantor berita IRNA.

Jumlah perceraian di Iran dilaporkan melonjak dari angka 12 persen menjadi 21 persen pada tahun 2007. Data yang dirilis pemerintah tersebut telah menunjukkan setidaknya satu dari tiga pernikahan di ibu kota Teheran berakhir dengan perceraian.

Toysarkani telah menduga melonjaknya angka perceraian tersebut disebabkan oleh campur tangan keluarga itu sendiri, selain itu faktor kemiskinan juga menjadi penyebab perceraian, serta pengaruh obat-obatan terlarang, dan kekerasan dalam rumah tangga. Di sisi lain, angka pertumbuhan penduduk Iran dapat dikatakan lambat sampai hanya 1,29 persen dalam jangka waktu 12 bulan terakhir. Pertumbuhan penduduk di Iran adalah yang terendah di kawasan tersebut.

Sebagai sebuah langkah untuk dapat menghadapi masalah populasi Iran yang menua tersebut, parlemen tengah mempertimbangkan sebuah rancangan undang-undang yang akan melarang vasektomi dan memperketat undang-undang aborsi nasional.

Sementara itu, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, telah meminta pemerintah agr segera mengambil langkah-langkah untuk dapat meningkatkan populasi penduduk negeri tersebut yang sampai saat ini sebanyak 77 juta menjadi 150 juta dalam waktu 50 tahun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.