Header Ads

AS Hentikan Kiriman Tentara Ke Irak, ISIS Jadi Militan Terkaya

Aisha News - Barack Obama, Presiden Amerika Serikat, pada hari Jumat (13/6/2014), telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengirimkan lagi tentara ke daerah peperangan di Irak. Akan tetapi dia menyatakan akan mempertimbangkan beberapa pilihan untuk dapat membantu Pemerintah Irak agar dapat melawan serangan dari kelompok militan Sunni.

"Kami memutuskan untuk tidak akan mengirimkan tentara dari Amerika Serikat ke medan pertempuran di Irak," ungkap Obama. "Akan tetapi, saya telah meminta pihak tim keamanan nasional agar mempersiapkan beberapa pilihan yang dapat membantu pasukan keamanan di Irak," tambah Obama.

Dalam sebuah pernyataan singkat yang dia sampaikan pada halaman Gedung Putih, Barrack Obama juga telah menyatakan bahwa Irak tetap harus menyelesaikan sendiri masalah perpecahan yang sedang terjadi di negaranya. Terkait dengan situasi terbaru di Irak, Obama telah mendapat banyak tekanan untuk turun tangan lagi di Irak.

Kelompok militan Sunni telah membuat beberapa serangan dan mendapatkan kemenangan besar dalam pertempuran terakhirnya dengan Pemerintah Irak. Pernyataan singkat dari Presiden Obama ini telah disampaikan sebelum dia menjalani serangkaian perjalanan dalam negeri.

Sementara itu di lain pihak Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah menjadi kelompok militan yang paling kaya setelah mereka berhasil menjarah uang dengan jumlah 429 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun dari beberapa bank di kota Mosul, Irak.

Atheel al-Nujaifi, Gubernur Mosul juga telah membenarkan semua laporan yang sudah ditayangkan televisi Kurdi bahwa ISIS menjarah sejumlah bank di seluruh penjuru Mosul. Selain berupa uang, pasukan ISIS juga berhasil mendapatkan emas dalam jumlah yang sangat besar.

Dengan aksi penjarahan ini, ISIS kini menjadi lebih kaya dari kelompok Al Qaeda yang diperkirakan memiliki kekayaan sekitar 70-400 juta dollar AS.

Kekayaan yang berhasil dimiliki ISIS ini setara, bahkan lebih banyak lagi, apabila dibandingkan dengan sejumlah negara kecil, seperti Tonga, Kiribati, Kepulauan Marshall, dan Kepulauan Falkland.

Setelah merebut kota Mosul, ISIS juga telah membebaskan lebih dari 1.000 orang narapidana dari penjara terbesar Mosul. Mereka juga berhasil menguasai Bandara Mosul dan sejumlah stasiun televisi lokal.

Selain telah menjarah uang dan emas, ISIS juga melakukan perampasan terhadap persenjataan militer buatan AS dalam jumlah yang signifikan. Bahkan, dalam beberapa foto yang telah dirilis ISIS, para pejuang kelompok itu berkonvoi mengendarai Humvee, yang tidak lain adalah mobil militer buatan AS.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.