Header Ads

Badai Hantam Kapal Bermuatan Gula Sampai Tenggelam

Aisha News - Kapal motor yang bernama Citra Indah sedang mengangkut gula yang bertujuan dari Malaysia ke Sabang, Provinsi Aceh, diterjang badai dan tenggelam. Nelayan yang berasal dari Aceh Utara berhasil menyelamtkan dua Anak Buah Kapal ( ABK ) tersebut.

Sabarudin Manurung, salah satu dari dua ABK yang berhasil diselamatkan, Sabtu ( 20/06/2015 ), menyatakan bahwa kapal mereka mulai berlayar dari Malaysia pada 13 Juni, kapal tersebut mengangkut 11 kontainer berisi gula pasir dengan berat 300 ton dan satu kontainer beras ketan.

Pada saat tengah memasuki perairan Sabang 15 Juni, badai menghantam kapal, sehingga air dapat masuk kedalam kabin kapal dan berakibat matinya tiga unit mesin penyedot air.

Sabarudin juga mengatakan, " Akibat mesin penyedot air mati, air terus memasuki kapal, kami yang seluruhnya berjumlah 10 orang lantas menyelamatkan diri menggunakan papan kapal yang telah kami ikat menyerupai sebuah rakit. Dan seharusnya kami sudah sampai di Sabang dalam satu jam ".

Marpaung yang menjadi Kapten kapal, Romadhan sebagai juru masak, dan enam ABK yang lain ( Arifin, Ridwan, Umar, Rozi, dan Dino ) adalah kedelapan anggota yang turut berada dalam kapal.

Akan tetapi kami berpisah pada hari kedua, sebagian terjun dari rakit karena melihat daratan. Sampai pada hari keempat saya hanya tingal bersama Feri Andika.

" Satu persatu teman kami hilang, mereka terjun dari rakit saat melihat daratan, namun kami tetap berada di rakit sampai akhirnya terdampar dan diselamatkan Nelayan setempat ", ungkap Sabarudin.

Safril, seorang Nelayan penyelamat ABK Citra Indah menatakan, dirinya sedang berlayar pada jarak 18 mil dari daratan pada Jumat 19 Juni pada pukul 18.00 waktu setempat. Ketika itu tiba - tiba dua orang melambaikan tangan dari atas rakit.

Safril kemudian merapatkan kapal dan menaikan dua orang ABK tersebut dan diantar menuju Tempat Pendaratan Ikan ( TPI ) Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Pukul 20.00 WIB mereka tiba di daratan dan lengsung melapor ke Panglima laut dan Kapolsek, dikarenakan melihat kondisi dua orang ABK tersebut hampir tidak tertolong ", ungkap Safril.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.