Header Ads

Calon Jamaah Haji dan Umroh diberikan penyuluhan Virus MERS-Corona

Aisha News - Untuk mencegah penularan virus MERS dari Timur Tengah dah Korea bagi calon Jemaah haji, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PPPL) melakukan penyuluhan dan sosialisasi untuk calon jamaah haji yang akan berangkat dan beribadah ke Tanah Suci Mekah. Kegiatan penyuluhan tersebut digelar terkait merebaknya MERS-Corona (MERS-CoV) di kedua negara tersebut.

Sebagaimana diungkapkan Muhammad Subuh selaku Direktur jendral PPPL "Karena sebentar lagi akan ada ibadah haji dan marak yang akan umroh. Kita lakukan ini bertujuan untuk mencegah warga negara kita terkena wabah virus," sebagaimana diungkapkan Muhammad Subuh di Kantor Ditjen P2PL Kemenkes RI, Salemba, Jakarta Pusat Kamis(25/6/2015)

Lebih lanjut Muhammad Subuh mengungkapkan, belum ada vaksin yang tersedia untuk menangani virus MERS-COV tersebut. Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperketat dan melakukan pengecekan di setiap bandara yang ada di Nusantara. Kementerian Kesehatan memasang alat thermo scanner di 13 bandara udara di Indonesia. 13 bandara itu melayani rute penerbangan internasional. Mohamad menuturkan "13 bandara itu di antaranya yaitu Bandara Soekarno Hatta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Batam, Palembang, Medan, Manado, Sulawesi Selatan, serta Balikpapan," ungkapnya.

Thermo Scanner itu merupakan alat bantu unntuk mendeteksi keadaan akut penumpang dari negara yang tertular MERS-CoV. Bila ada yang tertular maka penumpang pun dapat terdeteksi. "Sebelum tiba di tempat tujuan para penumpang pesawat diberikan dua lembar kertas berwarna kuning dan diisi tentang kesehatannya di negara awalnya," ujarnya. "Kita lakukan upaya-upaya seperti sosialisasi, penguatan jejaring laboratorium, dan penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor," ujar Muhammad Subuh.

Mohamad Subuh menambahkan bahwa antisipasi lainnya agar virus itu tidak menyebar ke Indonesia maka pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada para jamaah umrah dan haji tentang penyakit yang disebabkan virus berbahaya tersebut. Selain itu Litbang Kemenkes RI yang memiliki level bio safety level 3 melakukan deteksi virus.

Menurut statistik data, tercatat ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus MERS pada 2014. Satu korban meninggal di Negara Arab Saudi, sementara satu korban lainnya dapat diselamatkan.
Diberdayakan oleh Blogger.