Header Ads

Konflik Global Tahun 2014 Menghabiskan Anggaran 14,3 Triliun Dolar

Aisha News - Sebuah lembaga Perdamaian dan Ekonomi di CANBERRA telah melaporkan bahwasannya untuk biaya perang seluruh dunia telah mencapai angka sekitar 14,3 triliun lebih atau 13,4 persen dari hasil produk domestik bruto seluruh dunia.

Dilaporkan sebuah kelompok berbasis yang berada di Australia pekan ini atau tahun lalu untuk biaya konflik krisis global sama dengan biaya total gabungan perekonomian di Inggris, Perancis, Jerman, Brazil, Spanyol dan Kanada.

Pada laporan tersebut telah menandai untuk data statistik pada peningkatan biaya pada konflik yaitu sebesar 15,3 persen dari 2008 saat dampak pada keuangan telah tercatat 12,4 triliun US dollar.

“Besarnya kenaikan biaya dikarenakan adanya peningkatan biaya kematian akibat adanya konflik internal, peningkatan IDP(pengungsi manusia), dukungan terhadap para pengungsi, kerugian GDP (Gross Domestic Product) akibat adanya konflik, dengan angka kisaran adanya kenaikan 38 persen yang dibandingkan pada tahun 2008,”.

Pada Tahun 2008, untuk biaya dukungan pengungsi telah meningkat 267 persen serta jumlah angka pengungsi yang telah dipaksa pindah secra langsung dari tempat mereka tinggal untuk meraih angka yang tertinggi semenjak adanya perang dunia dua.

Telah tercatat bahwa dari laporan tersebut menggambarkan bahwa di Afrika Utara dan Timur Tengah adalah sebuah wilayah tingkat kekerasan yang paling tertinggi di seluruh dunia. Sedangkan di Eropa tempat yang paling damai di seluruh dunia. Ditambahkan bahwasannya agresi Saudi masih berlangsung dan Yaman memperburuk kondisi di Timur tengah keseluruhan.

Menurut informasi tersebut bahwasannya di Suriah telah dicengkeram kerusuhan yang mematikan semenjak bulan Maret 2011, dengan tempat tingkat kedamaian yang paling rendah di seluruh dunia serta diikuti Afghanistan, Irak, Republik Afrika Tengah dan Sudan Selatan.
Diberdayakan oleh Blogger.