Header Ads

Malaysia Bertukar Informasi Radar Militer Dalam Pencarian MH370

Aisha News - Telah lebih dari satu pekan sejak pesawat MH370 milik Malaysia Airlines hilang dan sampai saat ini masih belum diketahui keberadaanya. Pemerintah Malaysia sendiri telah meminta bantuan dan melakukan koordinasi dengan berbagai negara.

Proses pencarian hilangnya pesawat MH370 tersebut dibagi menjadi dua koridor. Perluasan koridor pencarian itu sendiri dilakukan dari Laut Kaspia dan Samudera Hindia Selatan. Setidaknya terdapat 22 Negara yang telah ikut membantu proses pencarian pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia tersebut.

"Pertemuan itu kita lakukan untuk dapat mengetahui dengan jelas apa yang terjadi dengan MH370 dan bagaimana upaya pertolongan yang sangat dibutuhkan saat ini," ujar Komisaris Tinggi India ke Malaysia, TS Tirumurti seperti dilansir Reuters, Minggu (16/3/2014).

Pihaknya telah melakukan kordinasi secara indvidual dengan 22 Negara. Dengan adanya pertemuan itu, mereka telah menandai fase diplomatik baru dalam proses pencarian.

"Bagi kami pertemuan itu bertujuan untuk dapat mengetahui dengan jelas apa yang telah terjadi dan jenis bantuan yang mereka butuhkan," ungkapnya.

Inisiatif diplomatik tersebut diharapkan dapat membuka sebuah informasi data militer terhadap nasib pesawat boeing 777 beserta para penumpang dan kru MH370 tersebut. "Ada batas jelas untuk data militer. Selain itu telah terbentuk sebuah kesadaran kepentingan publik yang kuat dalam kerja sama yang telah terjalin ini," tambahnya.

Hishammuddin Hussein, Plt Menteri Transportasi Malaysia telah ditanya tentang kemungkinan pesawat Malaysia Airlines MH370 telah disembunyikan pada suatu tempat dan pihak otoritas Malaysia telah mengetahui persoalan itu. Menjawab hal ini, Hishamuddin membantahnya.

"Itu jelas sangat tidak benar, bila memang benar begitu, saya tentu tidak akan berada dan berdiri di sini, ungkap Hishamuddin saat dilakukan jumpa pers di Kuala Lumpur seperti ditulis Channel News Asia, Minggu (16/3/2014).

Selain itu, Hisham juga memastikan bahwa pilot dan kopilot yang menerbangkan Malaysia Airlines MH370 tidak pernah meminta dipasangkan berdua. Mereka terbang sesuai dengan jadwal yang telah disiapkan.

Inspektur kepolisian Tan Sri Khalid Abu Bakar yang telah hadir dalam acara jumpa pers mengungkapkan, "investigasi soal pesawat itu masih terus dilakukan", termasuk pada seluruh staf maskapai, kru pesawat beserta seluruh penumpang. Kemungkinan itu termasuk terjadi pembajakan pesawat, serta sabotase maupun aksi terorisme.

Polisi juga telah melakukan penggeledahan dari kediaman pilot Kapten Zaharie Ahmad Shah dan kopilot Fariq Abdul Hamid. Sejauh ini belum ada kesimpulan apa pun yang terkait dugaan keterlibatan keduanya.
Diberdayakan oleh Blogger.