Header Ads

Nelayan Tradisional Mulai Panen Udang Rebon

Aisha News, Cilacap – Cilacap para nelayan tradisional sekarang mulai Panen Udang Rebon atau juga dapat disebut juga udang kecil yang sekarang baru bermunculan di permukaan perairan selatan Jawa Tengah.

“Saat ini belum banyak udang rebon yang bermunculan kepermukaan karena musimnya baru saja mulai. Mungkin nanti habis lebaran sudah banyak,” ungkap nelayan, Nasiman di sebuah (PPS) Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap, dilansir fajar.co.id Senin (06/07/2015).

Dengan demikian ia telah mengaku dapat memperoleh udang rebon sampai kisaran 100 kilogram jangka waktu satu hari saat melaut. Menurutnya, rebon-rebon tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 per kilogram ke pengepul. “Ya cukup lumayan, hasilnya pun dapat mencukupi kebutuhan keluarga saya,” ungkapnya.

Salah satu seorang pengepul Udang Rebon, Slamet menjelaskan bahwasannya udang rebon ditampung dari para nelayan rata-rata perharinya sebanyak dua kuintal hal ini dikarenakan belum masa puncak untuk musim panennya. “Jika sudah ramai Udang Rebon, saya dapat menerima Udang Rebon sampai satu ton dalam sehari,” tuturnya.

Udang Rebon dari nelayan tersebut selanjutnya akan dijemur terlebih dahulu selama dua hari sampai kering, sebelum dikirim ke beberapa daerah maupun luar daerah yang membutuhkan industri terasi. “Harga Udang Rebon kering antara Rp 22.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, ya tentu saja tergantung kualitasnya,” tuturnya.

Selama ini udang rebon yang berasal dari Cilacap yang telah dibeli para pengusaha, dijadikan untuk membuat terasi dan kerupuk udang. Dengan kualitas udang rebon yang baik, ia pun telah menambahkan bahwa terasi yang didapat kualitasnya lebih bersih.

Hal tersebut Mino Saroyo, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Cilacap pada musim panen ikan sekarang di perairan selatan Jateng Cilacap akan berlangsung ramai akhir bulan Juli atau juga awal bulan Agustus. “Puncak musim panen ikan ini akan diperkirakan secara berlangsung pada bulan Agustus mendatang,” tuturnya.

Teguh Wardoyo, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Cilacap telah memprakirakan untuk puncaknya musim angin timur di wilayah perairan selatan Jawa Tengah akan berlangsung bulan Agustus ini.

Menurutnya, pada musim angin timur sangat identik sekali dengan musim panen ikan untuk nelayan di pesisir pantai selatan Jateng. Dengan demikian, ia telah mengimbau khususnya nelayan harus tetap waspada dikarenakan gelombang tinggi berpotensi akan terjadi pada puncaknya musim angin timur.
Diberdayakan oleh Blogger.