Header Ads

Pasca Topan Haiyan Filipina Khawatirkan Para Perantau

Aisha News – Bencana alam Topan Haiyan yang terjadi di Filipina pada 8 November 2013, banyak merenggut korban jiwa serta banyak warga yang terpaksa mengungsi ke suatu tempat evakuasi. Banyaknya berita yang mengemukakan bahwasanya Topan Haiyan atau angin topan sangatlah merisaukan warga serta perantau dari Filipina.

Kejadian yang menimpa pada 8 November lalu, banyaknya berita yang mengetahui soal terjadinya topan Haiyan (Filipina yang disebut Yolanda) sebuah televisi Singapura, TV Arendayen yang memberitahukan ke telepon seluler orangtuanya. Tetapi sayangnya sewaktu tiga hari, mereka pun tidak bisa dihubungi.

Pegawai swasta di Singapura - Bienvenido Arendayen (49), sekitar 20 tahun sudah meninggalkan Filipina. Arendayen telah mengajak kedua putranya serta istrinya yang sudah menjadi warga Singapura. Merekapun ingin pulang menengok kondisi orangtuanya pada pasca-terjangan Haiyan di Pulau Biliran.

”Saya tidak konsentrasi saat bekerja dan tidak bisa tidur nyenyak sewaktu tiga hari pada waktu itu,” ungkap Arendayen, yang ditemui di sebuah Pelabuhan Ormoc tepatnya di Provinsi Leyte pada hari Sabtu (7/12).

Arendayen tidak bisa menghubungi dengan telepon, Arendayen mencari sebuah informasi ke jejaring social yaitu Facebook dan Twitter dari sebuah akun rekannya di Biliran. Tetapi, Arendayen justru semakin bertambah khawatir karena ada beberapa tetangganya yang sudah dikabarkan meninggal serta hilang terhembus topan.

Selanjutnya pada hari keempat, Arendayen sudah bisa bernapas dengan lega sewaktu ada kabar bahwa adiknya dan orangtua dalam kondisi baik sebab berhasil dievakuasi. Kejadian ini telah meruksak atap rumah mereka yang ruksak dan hilang.
Diberdayakan oleh Blogger.