Header Ads

Pastor Frans Asal Belanda Tewas Setelah 50 Tahun Menetap Di Suriah

Aisha News - Senin (7/4/2014), seorang pria yang bersenjata telah menembak mati pastor yang berasal dari Belanda, Pastor Frans van der Lugt di kota Homs. Seperti yang dikabarkan ordo Jesuit Belanda.

Tewasnya pastor Frans juga telah dikabarkan oleh kantor berita asal Suriah, SANA yang juga mengutip pernyataan pemerintah Homs mengabarkan pastor itu telah tewas seketika setelah ditembak mati.

Sementara itu, sebuah Lembaga Pengawas HAM Suriah yang berbasis di kota London, Inggris telah mengatakan bahwa sampai saat ini motif penembakan yang dilakukan kepada sang pastor belum diketahui jelas.

Pastor Frans sudah dikenal luas oleh siapa saja karena tekadnya yang kuat hingga mampu bertahan di kota Homs walau kota itu setiap hari mendapat serangan bom dan semakin kekurangan bahan makanan.

"Seseorang diketahui datang ke kediamannya, membawa pastor Frans keluar dari rumahnya dan menembak tepat kepala sang pastor sampai dua kali tembakan di jalanan tepatnya di depan kediamannya sendiri di Homs," seperti dikabarkan sekretaris Ordo Jesuit Belanda, Jan Stuyt.

Stuyt telah mengatakan, samapai sejauh ini tidak pernah terdengan adanya ancaman khusus yang ditujukan kepada Pastor Frans sendiri. Dia juga menambahkan bahwa Frans akan disemayamkankan di Suriah sesuai dengan permintaannya.

Pastor Frans van der Luyt diketahui sudah bertugas hampir selama lima dekade terakhir di Suriah, sebab itulah dia juga telah menganggap negeri itu sebagai rumahnya sendiri. Pastor Frans pertama kali sampai di Suriah pada tahun 1966, setelah sebelumnya sempat menghabiskan waktu di Lebanon selama dua tahun untuk dapat belajar bahasa Arab.

"Rakyat di Suriah telah memberi saya begitu banyak kebaikan, inspirasi yang saya dapatkan dan apapun yang mereka miliki. Apabila rakyat Suriah menderita, saya juga ingin merasakan penderitaan dan kesulitan yang mereka alami," ungkap Pastor Frans kepada AFP, pada Februari lalu.

Dia telah memutuskan untuk tetap tinggal di kota Homs walau di bawah perlindungan PBB 14.000 orang telah dievakuasi pada tanggal 7 Februari lalu.

Saat ini, kota tua Homs tersebut yang berada di bawah kendali pasukan pemberontak Suriah telah sampai dua tahun dikepung oleh pasukan militer pemerintah Suriah. Kondisi ini juga membuat warga yang tidak dapat mengungsi mengalami situasi yang sangat sulit.

Hampir setiap hari pengepungan dan penembakan dilakukan, hal ini membuat populasi penduduk di kota tua Homs mengalami penyusutan. Kondisi yang sama juga telah menimpa umat Kristen Homs yang pada awalnya mencapai puluhan ribu jiwa, namun kini hanya menyisakan 66 orang.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.