Header Ads

Penemuan Sebuah Arca Peninggalan Hindu Kuno Ditemukan Dekat Borobudur

Aisha News - Sebuah penemuan mengejutkan dari arca purbakala di lokasi Dusun Candi, Desa Ringin Anom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, menjadi sangat ramai dikunjungi oleh warga. Rata-rata dari mereka telah datang ke lokasi dengan alasan penasaran akan penemuan benda langka itu.

Selain dari warga desa setempat, warga dari luar daerah juga telah sengaja datang ke tempat tersebut walau hanya sekadar untuk melihat-lihat dan mengabadikannya dengan kamera telepon seluler.

Salah satu pengunjung dari Kecamatan Mertoyudan, Agung, berasal dari Kabupaten Magelang, mengungkapkan, bahwa dirinya mendengar kabar penemuan itu dari salah satu temannya. Karena rasa penasaran yang begitu tinggi, ia pun sengaja menyempatkan diri untuk datang ke lokasi penemuan yang berjarak sekitar 5 kilometer dari Candi Borobudur yang terletak di Kecamatan Borobudur.

"Saya mengetahui penemuan ini dari teman saya yang memasang foto penemuan arca ini di BlackBerry Messenger (BBM), dan secara kebetulan saya sedang ada keperluan di dekat lokasi, jadi saya mampir," ujar Agung.

Ramainya orang yang berbondong-bondong itu akhirnya menginisiatif warga setempat untuk memberi batas tali rafia di sekeliling arca yang ditemukan tersebut. Tujuannya agar dua arca yang diduga peninggalan ketika zaman Hindu kuno dulu itu tidak dapat disentuh oleh orang-orang yang tidak berkepentingan.

Beberapa petugas keamanan juga terlihat ikut mengamankan lokasi penemuan tersebut. Selain itu, warga juga memanfaatkan keramaian tersebut dengan memasang portal dan menarik biaya parkir sebesar Rp 1.000 untuk kendaraan pengunjung.

Seperti yang sudah diketahui, tiga pekerja pembuat bata dengan tidak sengaja menemukan dua buah arca batu yang diduga peninggalan zaman Hindu klasik, di Dusun Candi, Desa Ringin Anom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Selasa (22/4/2014) pagi.

Satu arca batu diketahui berbentuk binatang lembu utuh, dan arca yang lainnya menyerupai patung manusia yang sedang bertapa, akan tetapi bagian kepala patung yang satunya sudah hilang. Penemuan tersebut kini sedang diteliti oleh tim dari Balai Konservasi Borobudur (BKB).
Diberdayakan oleh Blogger.