Header Ads

Penyelidikan MH370 Terus Dilakukan

Aisha News - Hishammuddin Hussein, pejabat sementara Menteri Transportasi dari Malaysia telah menyangkal berita terkait adanya klaim bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang telah mendarat di sebuah pangkalan militer yang terletak di pulau Diego Garcia milik Amerika Serikat (AS) di Samudera Hindia.

Saat diadakan sebuah konferensi pers, Ia mengatakan bahwa pengembangan informasi terhadap pesawat yang hilang itu juga dikuatkan dengan tidak adanya permintaan uang tebusan yang dicari dari pihak manapun sampai saat ini.

"Tidak ada (yang meminta uang tebusan). Dan itu membuatnya sangat sulit bagi kita untuk memverifikasi apakah pesawat itu dibajak atau ada sebuah aksi terorisme. Segala kemungkinan pasti dapat terjadi. Kami tidak dapat mengambil kesimpulan untuk diberikan," ungkapnya seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (16/3/2014).

Pesawat dari penerbangan tersebut hilang bersama dengan 227 penumpang beserta 12 awak yang bertujuan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret silam. Hishammuddin, yang juga seorang menteri pertahanan ini, telah menegaskan bahwa komunikasi pesawat dan sistem pelaporan telah dinonaktifkan sebelum komunikasi terakhir dari pilot.

"Saya pikir itu tidak tepat untuk mengatakan bahwa ada pelanggaran prosedur operasi standar (SOP) yang dijelaskan oleh kepala bandara. Setiap informasi baru yang kami terima, tentu saja kami akan memverifikasi dengan SOP yang ada," tegasnya.

Di lain pihak, polisi telah menyita simulator penerbangan dari rumah Kapten Zaharie Ahmad Shah, seorang pilot Malaysia yang ditugaskan dalam penerbangan Airlines penerbangan MH370 yang hilang tersebut.

Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar mengatakan, para ahli akan mempelajari simulator tersebut dengan harapan dapat menemukan setiap petunjuk yang kredibel.

"Kami telah mendatangi rumahnya dan juga mengambil simulator dan segala sesuatu yang dapat membantu kita. " kata dia, seperti dilansir dari New Straits Times, Minggu (16/3/2014).

"Kami mendatangkan seorang ahli untuk melihat (simulatornya) sekarang," tambah Sri Khalid saat diadakan konferensi pers yang dipimpin oleh pejabat sementara Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein.

Seperti yang telah dilaporkan, pada Sabtu, 15 Maret 2014 polisi telah menggeledah rumah dari pilot Kapten Zaharie serta kopilot Fariq Abdul Hamid. Beberapa media lokal dan asing telah menerbitkan foto-foto yang diambil dari akun Facebook Kapten Zaharie yang menunjukkan simulator penerbangan di rumahnya di Shah Alam.

Khalid mengatakan penyelidikan akan terus dilakukan berdasarkan Pasal 130 (C) KUHP dan Keamanan Pelanggaran (Tindakan Khusus) Act 2012 untuk aksi pembajakan dan aksi terorisme. Mereka juga akan diselidiki di bawah Pelanggaran Undang-Undang Penerbangan 1984.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.