Header Ads

Perdebatan Mouallem dan Ban Ki-moon Mewarnai Konferensi Geneva II

Aisha News - Konferensi Geneva II, Swiss, yang digelar Rabu (22/01/2014), menjadi ajang perdebatan anatara Walid Al Mouallem, Menteri Luar Negeri Suriah dan Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal PBB.

Perdebatan diawali saat Mouallem terlalu lama memberikan pidatonya dari waktu yang diberikan untuk setiap delegasi, yaitu tujuh menit, sedangkan Mouallem memberikan pidato selama 40 menit.

Meskipun sudah diberikan pemberitahuan, Mouallem tetap menyelesaikan pidatonya yang lama tersebut. Pidatonya tersebut lantas berdampak perdebatan dengan Ban Ki-moon yang meminta menyelesaikan pidato saat berlangsung pada menit ke-25.

"Maaf, apakah Anda bisa menyelesaikan pidato Anda sekarang? Anda sudah lebih dari 20 menit berbicara," ucap Ban.

Peringatan Ban Ki-moon sepertinya memberikan gangguan terhadap Mouallem sampai Mouallem merasa harus mananggapinya.

"Tuan Sekjen, Anda berbicara sampai 25 menit. Saya telah menempuh 12 jam perjalanan untuk sampai disini. Saya membutuhkan beberapa menit untuk mengakhiri pidato saya. Ini adalah soal Suriah," ungkap Mouallem.

"Berapa banyak waktu lagi yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pidato?" tanya Ban Ki-moom.

Lantas Mouallem menjawab "Saya membutuhkan waktu paling lama 10 menit sampai pidato saya selesai,".

"Anda telah tinggal di New York, sedangkan saya tinggal di Suriah. Saya memiliki hak untuk menyampaikan versi Suriah di forum ini. Setelah tiga tahun mengalami kesulitan, ini adalah hak saya," ungkap Mouallem yang semakin meradang.

Balasan datang dari Ban Ki-moon "Tolong hilangkan kata-kata yang menyerang, itu tidak akan konstruktif sekarang,".

Konferensi Geneva II adalah pertama kalinya ketika Pemerintah Suriah dan Oposisi duduk bersama dalam satu ruangan dan saling bertatap muka.

Kelompok Oposisi menginginkan pemerintahan tanpa keterlibatan Bashar Al-assad, sedangkan pemerintah tidak menyetujui konsep dari pemerintahan transisi.
Diberdayakan oleh Blogger.