Header Ads

Pertamina rilis Pertalite setelah Hari Raya Idul Fitri

Aisha News - Kehadiran pertalite sempat membuat kalangan masyrakat waswas sebab dikhawatirkan akan menghapus keberadaan premium. Namun, PT Pertamina (Persero) tetap akan meluncurkan Bahan Bakar Minyak Pertalite setelah Hari Raya Idul Fitri dengan kisaran harga di bawah Rp8.500 per liternya.

Pertalite diluncurkan untuk menjaga agar pasokan BBM dan elpiji tetap aman untuk menghadapi puasa dan Lebaran serta kelancaran penyediaan BBM di SPBU untuk arus mudik dan arus balik. Dimana pada momen itu terjadi peningkatan kebutuhan yang luar biasa serta kemacetan jalan sehingga potensi mengganggu distribusi.

Sebagaimana diungkapkan Dwi Soetjipto selaku Direktur Pertamina menegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Soal harga dipastikan di antara harga premium Rp6.700 per liter serta pertamax Rp9.750 per liter. Sementara Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang, mengungkapkan semua izin untuk Pertalite sudah dikeluarkan seperti izin spesifikasi serta izin distribusinya.

Bambang mengungkapkan "Pas setelah Idul Fitri. Tidak satu hari setelah itu ya, mana ada yang membeli karena Jakarta kosong," sambungnya sebelum Raker asumsi dasar Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN tahun 2016 dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, baru - baru ini Rabu (24/6/2015).

Ia menjelaskan selain dijual oleh Pertamina, BBM dengan Research Octane Number atau RON 90 ini juga akan dijual ke beberapa pihak swasta dengan volume 1000 kiloliter (kl) per hari dan dinaikan secara bertahap. "Nanti naik," ujarnya.

Bambang menjelaskan pertamina siap rugi menjual Pertalite. Namun dia yakin kerugiannya tidak sebesar seperti menjual BBM bersubsidi jenis Premium. "Yang penting kalau pun rugi enggak rugi kayak premium," tambahnya.

Menurut Bambang, Pertalite akan diluncurkan untuk kali pertama di wilayah Jakarta serta Bandung. Selain itu, dengan rilis Pertalite maka tidak serta merta menurunkan volume premium walaupun ada keyakinan permintaan premium akan turun. "Tergantung pasar. Tidak otomatis premium diturunkan. Tetapi otomatis premium konsumsinya turun," ujarnya. Soal perizinan pihaknya mengaku seluruh izin mengenai pertalite sudah dikantongi secara penuh.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.