Header Ads

Pertamina Segera Luncurkan 4,7 Juta Ton Gas Elpiji 3 Kilogram

Aisha News – Pertamina saat ini telah siapkan 4,7 juta ton Gas Elpiji ukuran 3 kg supaya pasokan di pasaran tidak membludak akibat adanya kenaikan pada Gas Elpiji untuk ukuran 12 Kg yang saat ini telah tembus 68 persen. Karena saat ini gas elpiji semakin merosot antisipasi dilaksanakan supaya tidak mengakibatkan kepanikan terhadap warga.

"Untuk Stok pada elpiji sendiri baik yang ukuran 3 kilogram ataupun 12 kilogram sudah mencukupi. Pada gas 3 kilogram, siapkan kuotanya 4,7 juta ton saat ini," ungkap Ali Mundakir, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, sebelum diadakannya rapat terbatas dengan Presiden di sebuah Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, pada Minggu (5/1/2014).

Ujar Ali, untuk stok 4,7 juta ton pada gas 3 kilogram saat ini akan didistribusikan ke warga pada beberapa hari. "Utamannya masyarakat tidak kesulitan mencari elpiji baik 3 kilogram ataupun 12 kilogram, supaya warga merasa tenang," ujarnya.

Tambah Ali, Pertamina berkewajiban untuk mengeluarkan untuk stok elpiji 3 kilogram supaya memenuhi kebutuhan kepada masyarakat. Sebelumnya, Ali juga telah mengakui Pertamina akan segera berusaha mencegah adanya migrasi pada pemakai elpiji 12 kilogram terhadap elpiji 3 kilogram.

"Tetapi saat kemarin kita telah gelontorkan. Pertamina tetap akan melaksanakan tugasnya untuk menjaga ketersediaan pada pasokan elpiji," ujar Ali.

Seperti yang diberitakan, bahwa pada harga gas elpiji ukuran 12 kilogram telah mengalami lonjakan pada 1 Januari bulan ini. Di daerah Jakarta, bahwasannya gas elpiji 12 kilogram sebelumnya berkisar harga Rp 78.000 saat ini telah naik drastis berkisar Rp 138.000. Adanya Kenaikan tersebut telah mencapai 68 persen.

Akibatnya pada pengguna pada beberapa masyarakat telah berpindah ke tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang sudah disubdisi oleh pemerintah. Pengguna gas elpiji ukuran  3 kilogram saat ini semakin sulit ditemukan. Pertamina memberikan saran pihaknya terpaksa akan segera menaikkan harga elpiji untuk ukuran 12 kilogram akibat adanya bisnis yang mengakibatkan merugi.

Selanjutnya Pertamina telah membeberkan bahwasannya kondisi pada sebuah bahan baku elpiji telah mencapai Rp 10.700 per Kg. Pada kondisi ini untuk beban Pertamina semakin bertambah pada saat harga kurs dollar saat ini semakin menekan terhadap nilai tukar rupiah.
Diberdayakan oleh Blogger.