Header Ads

Ribuan Tentara Masuki Pemukiman Kumuh Mare Jelang Piala Dunia

Aisha News - Pemerintah Brasil telah memerintahkan ribuan anggota personel militer Brasil dengan dukungan kendaraan lapis baja dan truk untuk menduduki permukiman kumuh dan paling berbahaya "Mare" di kota Rio de Janeiro, Brasil, pada Sabtu (5/4/2014), dalam upaya meningkatkan keamanan menjelang dimulainya putaran final Piala Dunia 2014.

Langkah pemerintah ini adalah sebuah upaya terbaru dari pemerintah Brasil untuk dapat menyingkirkan geng-geng narkoba dari permukiman kumuh Mare yang selama ini dikenal telah menjadi surga untuk kelompok kejahatan terorganisasi yang terdapat di Rio de Janeiro.

Kompleks permukiman Mare, yang telah dihuni sekitar 130.000 orang itu, merupakan salah satu rute yang akan dilintasi para supporter sepak bola yang akan datang ke kota metropolitan yang diberi pengahargaan untuk menjadi tuan rumah tujuh partai Piala Dunia, termasuk partai final yang digelar pada 13 Juli nanti.

Batalion operasi khusus kepolisian yang sangat ditakuti telah dilengkapi dengan persenjataan berat dan didukung oleh helikopter serta kendaraan lapis baja, sudah pernah permukiman kumuh Mare pada 30 Maret lalu.

Akan tetapi, pada saat 2.700 personel tentara, marinir dan polisi militer memasuki kawasan kumuh tersebut, pada Sabtu pagi, nyaris tak terjadi keributan dan bentrokan.

Para warga penghuni Mare tetap bekerja dan melakukan aktivitas seperti biasa saat pasukan keamanan memasuki permukiman luas itu, dengan sesekali melongokkan kepala mereka melalui jendela untuk memperhatikan pergerakan aparat keamanan di tempat itu.

Walau terlihat aman, hampir tak ada warga Mare yang bersedia untuk berbicara kepada wartawan karena mereka takut dengan pembalasan dari anggota geng narkotika. Kecuali seorang perempuan, yang walaupun bersedia berbicara tapi ia tak ingin identitasnya tersebut diketahui.

"Saya berharap kondisi di sini akan terus membaik, dan tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan" ungkap perempuan itu.

Pasukan militer tersebut menggantikan 1.500 personel kepolisian yang sudah ditempatkan di Mare sejak Minggu (30/3/2014). Sejak hari itu, anggota polisi melaporkan telah terjadi sebanyak 36 kali bentrokan dengan tersangka dari anggota geng yang diketahui telah menewaskn 16 orang, melukai delapan orang dan 118 orang lainnya ditahan.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah besar senjata api, termasuk 24 buah granat, dua senapan mesin, serta lebih dari 100 pucuk senjata genggam, ribuan butir peluru dan lebih dari 1.000 ton mariyuana, kokain dan heroin.
Diberdayakan oleh Blogger.