Header Ads

Rumah Kaca Terbesar Di Australia Sediakan Lapangan Kerja Untuk Pengungsi

Aisha News - Pembangunan telah berlangsung di rumah kaca terbesar di wilayah Australia yang terletak di daerah Lembah Hunter, New South Wales, rumah kaca tersebut ternyata bertenaga surya dan sudah memberikan kesempatan kerja untuk pendatang dan pengungsi baru.

Ekskavator telah mulai beroperasi di sebuah kebun sayuran yang terletak di Fullerton Cove, jaraknya sekitar 40 menit di luar Newcastle.
Luas perbenunan tersebut lebih dari 16 hektar, perkebunan ini juga dapat memuat sekitar 20 lapangan rugby.

Cor Disselkoen, Investor yang berasal dari Belanda, telah mengembangkan rumah kaca yang ada di seluruh Belanda serta membawa bahan-bahan juga tenaga kerja untuk pembangunan konstruksi di sini.

Setelah dioperasikan, fasilitas tersebut dapat menghasilkan sekitar 15.000 ton tomat, mentimun serta paprika setiap tahunnya.

"Dalam per meter persegi, kami akan memproduksi 14 kali lebih banyak sehingga kami akan memiliki produksi yang lebih besar dibandingkan dengan lapangan terbuka lainnya," ungkap Cor.

Ia juga mengungkapkan, "Ini dapat terjadi dalam sepanjang tahun, juga dapat diandalkan, independen dari keadaan klimaks apapun sehingga kami dapat menjamin pengiriman bahan sepanjang tahun pada klien kami."

Dibutuhkan waktu bertahun-tahun sejak proyek ini pertama kali diumumkan dan dibanun untuk menuju pada titik ini, setelah dilakukan penilaian di Pelabuhan Stephens Council dan Panel Perencanaan Regional Bersama.

Proyek ini pada awalnya telah mendapat kontroversi terhadap rencana untuk mengoperasikannya dengan menggunakan sumur gas batubara di sekitar daerah tersebut.

Namun sekarang, proyek ini hanya akan dijalankan dengan menggunakan energi bersih.

"Kami tidak mendapatkan gas alam atau batubara apapun untuk dapat menyalakan api atau memanaskannya, kami juga tidak menggunakan listrik apapun dari batubara utama," ungkap Cor.

Cor juga menambahkan, "Kami menangkap curah hujan, yang turun di atas atap kami yang cukup untuk menumbuhkan tanaman. Menurut kami ini adalah cara yang paling efisien, namun secara lingkungan, cara terbaik yang dapat dilakukan di masa depan."
Sebanyak 125 pengungsi dan imigran di wilayah Hunter akan menjadi pekerja yang bertugas di rumah kaca.

Salah satunya adalah Tilahun Mengistu- yang juga datang bersama keluarganya ke Newcastle dari sebuah kamp pengungsi di Kenya enam tahun silam- telah berbisnis katering untuk kru konstruksi, serta akan membantu dengan transportasi.

"Ini benar-benar menjadi sangat sulit. Datang ke negara baru, yang sama sekali berbeda dari tempat darimana Anda berasal, Anda harus memulai segalanya dari awal," kisahnya.

Ia juga mengatakan, perkebunan menjadi salah satu kesempatan pekerjaan utama untuk puluhan orang yang baru memulai hidupnya di Australia.

"Anda sering melihat orang-orang bergerak keluar Newcastle, karena itu semacam kesempatan yang tak ada untuk mereka. Pekerjaan untuk pengungsi dari latar belakang non-bahasa Inggris sulit dicari," ungkap Tilahun.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.