Header Ads

Veteran Perang Suriah Ancam Negara - negara Eropa

Aisha News - Rabu (23/4/2014),Pemerintah Belanda, telah memperingatkan para vetran perang Suriah yang sudah kembali ke negeri asalnya sangat berpotensi memberikan ancaman bagi negara-negara di Eropa.

Pemerintah Belanda juga telah menambahkan, bahwa setidaknya dua warga negeri tersebut diketahui telah melakukan aksi bom bunuh diri di Suriah dan Irak dalam enam bulan terakhir dan sebanyak 100 warga Belanda ikut berperang di Suriah sepanjang tahun 2013.

Pada saat konflik Suriah telah memasuki tahun keempatnya, pemerintah dari negara-negara Eropa semakin prihatin karena semakin banyak warga mereka yang pergi ke Suriah untuk ikut berperang.

Ronald Plasterk, Menteri Dalam Negeri, telah berbicara dalam rilis tahunan laporan intelijen Belanda telah mengatakan bahwa seorang warga negeri itu pergi ke Irak dari Suriah sebelum kemudian ia melakukan bom bunuh diri.

Salah satu warga Belanda lainnya dilaporkan telah melakukan serangan bom mobil di Suriah. Akan tetapi, Plasterk telah menolak memberikan identitas dari kedua warga Belanda itu atau berapa jumlah korban akibat aksi yang telah dilakukan olehkedua orang tersebut.

Dalam sebuah kata pengantar laporan tersebut, Plasterk mengatakan bahwa jumlah warga Belanda yang pergi berperang ke Suriah dan bergabung dengan kelompok-kelompok militan Islam yang memerangi Presiden Bashar al-Assad sepanjang tahun 2013 telah meningkat tajam.

"Konsekuensinya, pada akhir tahun 2013, puluhan warga Belanda yang ikut berperang menjadi terbiasa dengan kekerasan dan menjadi radikal intoleran dan penuh dengan kekerasan," ungkap Plasterk.

Dinas Intelijen Belanda mengatakan, setidaknya sebanyak 100 warga negeri tersebut telah berangkat ke Suriah pada tahun 2013 dan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Mediterania Timur (ISIL) dan Jabhat al-Nusra. Sekitar 20 orang dari mereka telah kembali ke Belanda.

Pada hari Selasa (22/4/2014), Perancis telah menerbitkan kebijakan yang ditujukan untuk dapat menghentikan warga negaranya bergabung dalam perang Suriah dan mencegah pemuda Muslim Perancis juga menjadi radikal dan membahayakan negeri asal mereka sendiri.

Salah satu inti kebijakan tersebut adalah langsung memberikan vonis pidana untuk siapapun dari warga Perancis yang kembali dari perang Suriah. Mereka akan langsung dijerat dengan dakwaan terlibat dengan organisasi teroris.
Selain itu, pemerintah Perancis tidak akan mengizinkan warga mereka di bawah umur meninggalkan negeri itu tanpa ada surat persetujuan orangtua mereka.
Diberdayakan oleh Blogger.