Header Ads

Wisata Dapat Menjadi Penggerak Ekonomi NTT

Aisha News, Jakarta - Wisata adalah sebuah fenomena yang sangat menakjubkan hal tersebut dari Finansial Rosan Perkasa Roeslani dan wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan telah menilai bahwa di Provinsi NTT sangat menunjang pertumbuhan ekonomi saat ini dengan di hidupkannya pariwisata sebagai alat penggerak ekonomi.

"NTT tidak di atas permukaan lautnya saja, perikanannya, pantainya, lautnyapun sangat melimpah kekayaan dan juga sangat indah. Hal demikian sebagai penyuka diving, saya tentunya sangat mengenal sekali di alam bawah laut NTT tersebut. Jika disamakan halnya untuk para pecinta diver dunia hal ini terdapat dua Mekah di Indonesia: Labuan Bajo di NTT dan Raja Ampat di Papua " ungkap Rosan yang drilisnya, Selasa (30/6/2015) dilansir sindonews, di Jakarta.

Hal tersebut sangatlah disayangkan karna ungkapnya, NTT sampai sekarang belum dikelola dengan baik. Hal ini pada sudut pandangannya, telah pengembangan sebuah sektor pariwisata yang memiliki sebuah efek berantai, yang sangat bermanfaat bagi kas daerah atau bagi perekonomian rakyat yang sekarang ini sedang membutuhkan perekonomian yang stabil.

Hal ini demi pengembangan sebuah sektor wisata alami yang lebih murah dalam ekonomi dibandingkan dengan sektor industri. Pada tahapan untuk pembangunan faktor eksternal serta berjangka sangat panjang.

"Untuk membangun sebuah industri, manufaktur pada sekarang ini sangat perlu banyak waktu serta anggaran yang sangat besar. Tetapi jika pariwisata tersebut sudah ada, seharusnya sudah menjadi milik kita bersama. Kita semua tinggal menyiapkan sebuah sarana-prasarana yang pendukung serta mengelola dengan sangat baik," ungkap Rosan.

Pihaknya pun sudah mengingatkan bahwasannya menurut proyeksi pemerintah, pada tahun 2019 untuk sektor pariwisata bakal menjadi sebuah sumber yang terbesar untuk devisa negara. Hal tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besar dari para turis domestik hingga mancanegara yang perlu dijadikan sebuah target pemerintah serta swasta di NTT.

Infrastruktur yang mendukung pada sektor wisata hanya perlu dibangun sedemikian rupa. Salah satunya adalah sebuah pelabuhan dengan berstandar internasional yang dapat disandari oleh kapal-kapal pesiar di seluruh luar negeri.

"Contohnya adalah, ketika waktu saya di sebuah Labuan Bajo ada sebuah kapal pesiar mengangkut 2.000-an para turis dari Eropa. Mereka pun nginap kapal serta mereka menggunakan sebuah sekoci dari dalam kapal untuk melakukan banyak aktivitas diving. Hal tersebut artinya untuk kehadiran mereka tidak hanya memberikan sesuatu kepada masyarakat dan juga pendapatan bagi Pemda," imbau dia.
Diberdayakan oleh Blogger.