Header Ads

BNNK Cilacap Amankan Dua Pohon Ganja

Aisha News - Dua pohon ganja yang telah berhasil diamankan oleh pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap dari rumah warga yang bedara di daerah di Cilacap.

Kedua pohon ganja tersebut ditanam di pot untuk selanjutnya pada ketinggian batang pohon ganja semuanya kira-kira 1,5 m dan 2 m.

 AKBP Agung Prabowo, Kepala BNNK Cilacap, menjelaskan bahwa penemuan tersebut berdasarkan sebuah laporan dari para warga yang curiga bahwa dugaan untuk keberadaan pohon ganja tersebut yaitu di salah satu rumah warga yaitu di Perumahan Taman Juanda, Cilacap Tengah, Cilacap.

“Sebelumnya kita mendapatkan laporan dari warga yang telah curiga tentang adanya pohon ganja di sebuah perumahan. kita turunkan tim untuk melaksanakan penelusuran dan pendalaman atas laporan tersebut” ungkapnya. 

Lanjut dia, setelah 10 hari melaksanakan penelusuran dan pendalaman serta mendatangi pada lokasi perumahan, hal ini didapati ada dua pohon ganja.

“Kedua pohon tersebut semuanya terdapat di dalam pot, dan diletakkan pada bagian teras lantai 2 rumah milik SMH (45) yang tepatnya di Perumahan Taman Juanda” pungkasnya.

BNNK telah membawa tersangka yang telah berprofesi sebagai supplier tersebut bersama dengan barang bukti ke kantor BNNK Cilacap untuk dilakukan pemeriksaan.

“Pemilik rumah sekaligus pemilik pohon ganja tersebut terbilang kooperatif . Lalu disaksikan oleh perangkat RT setempat dan kita bawa pohon ganja serta tersangka dibawa ke kantor (BNNK –red)” imbuhnyanya.

Berdasarkan dari keterangan tersangka, lanjut Agung, untuk pohon ganja tersebut ditanam pada bulan Agustus 2015 lalu.

“Dari keterangan SMH, pohon ganja tersebut baru ditanam pada Agustus lalu. Berasal dari mana mendapatkannya, kemudian ke mana saja untuk peredarannya masih kita lakukan pemeriksaan” pungkasnya.

Selanjutnya atas temuan ganja tersebut, tersangka akan dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, pasal 111 ayat 1 dan 2 serta pidana penjara paling sedikit 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.