Header Ads

Bupati Purwakarta Presentasikan Industri Berbasis Budaya Desa di Hadapan Pengusaha Muda ASEAN

Purwakarta, Aisha News : Dalam perhelatan kegiatan KTT ASEAN  ke 27 di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/11/2015), ada sebuah agenda yaitu 1 Asean  Entreperneurship Summit 2015. Acara itu mempertemukan para pengusaha muda yang bergerak di berbagai bidang terutama di bidang fashion, design dan pelaku  ekonomi kreatif berbasis lingkungan dari berbagai Negara. Salah satu peserta dari Indonesia, yaitu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Beliau memperkenalkan  industri berbasis budaya pedesaan yang menjadi andalan Kabupaten Purwakarta kepada ratusan pengusaha muda yang hadir pada kesempatan tersebut.

Kegiatan KTT ASEAN juga sekaligus menjadi ajang pemaparan berbagi ide di antara para pengusaha muda. Pada kesempatan itu, Kang Dedi, begitu sapaan akrab  Bupati mengatakan industri yang berlaku saat ini yaitu menerapkan industrialisasi berbasis urban. Beliau mengungkapkan "Industri berbasis urban pada akhirnya akan  melahirkan kemiskinan-kemiskinan yang baru, pemukiman yang kumuh, pendidikan yang serba mahal juga lingkungan yang tidak terawat dan semraut" tutur Bupati  yang selalu mengenakan pakaian khas adat sunda tersebut. Dedi yang memulai pidatonya dengan mengucapkan salam khas sunda yaitu "Sampurasun".

Beliau  mengungkapkan, Kabupaten Purwakarta yang saat ini dikepung oleh industri. Jika nantinya Purwakarta menjadi salah satu kota urban dengan tumbuhnya industri, maka harga  tanah akan naik, orang desa berebut untuk menjadi buruh pabrik serta menjual tanah mereka untuk kegiatan industri atau untuk usaha properti. "Dan mulailah terjadi keributan soal upah minimum menjadi masalah yang tidak pernah usai antara buruh, pengusaha, juga pemerintah. Sebab segala sesuatu yang menjadi kebutuhan  warga dipenuhi dengan jalan membeli atau menyewa. Saya tidak akan biarkan itu terjadi di Daerah saya di Kabupaten Purwakarta,"imbuhnya.

Oleh karena itu, industri berbasis budaya desa ini menjadi hal yang penting untuk mengubah wajah industri di Tanah Air. Beliau mencontohkan, industri berbasis  budaya desa tetap mempertahankan lahan pertanian, usaha peternakan, ekosistem hutan yang terjaga, sungai hingga lahan untuk rumah warga pedesaan. Dengan mempertahankan hal itu, ia meyakini bahwa kelak akan melahirkan industri ekonomi kreatif baru dengan berbasis lingkungan dengan kearifan lokalnya.

Lebih lanjut Bupati Purwakarta menuturkan "Kami bertekad membangun industrialisasi di Kabupaten Purwakarta dengan tetap mempertahankan identitas asli sebagai orang desa. Kami tidak akan berubah menjadi kaum urban. Itu artinya, kami akan tetap mempunyai lahan pertanian, akan tetap beternak dan yang lebih penting, kami akan tetap punya rumah sendiri," ujar orang nomor satu di Purwakarta itu.Di ajang itu, perwakilan dari setiap negara memberikan presentasi tentang berbagai kegiatan ekonomi kreatif di masing-masing negara mereka.
Diberdayakan oleh Blogger.