Header Ads

Isyana Sarasvati Berkarya di Indonesia Dibanding Go International

Aisha News - Sekarang banyaknya musisi atau juga penyanyi sampai band yang sangat bermimpi upaya berkiprah ke luar negeri atau sebut juga go international, Isyana justru mimpi tersebut bukan musisi pendatang yang baru yang kini namanya melejit pada bidang industri musik di tanah air. Isyana Sarasvati seorang pelantun Tetap Dalam Jiwa ini mengaku bahwa ia lebih memilih akan berkarier di Indonesia daripada go international.

"Karena sudah beberapa pada kompetisi yang di luar menang. Mimpi selanjutnya Saya selama sekolah nyanyi, pada musik di luar negeri tersebut ya mau juga berkarier di Indonesia, yaitu negara sendiri," ujar Isyana Sarasvati telah ditemui Bintang.com sewaktu peluncuran debut pada albumnya Explore yang berada di Jakarta Selatan.

Diketahui bahwa gadis asal Bandung tersebut pernah belajar musik yang berada di Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, serta Royal College of Music, Britania Raya. Semenjak itu, wanita berparas cantik kelahiran pada 2 Mei 1993 tersebut sudah sangat bertekad sekali ketika lulus sekolah akan langsung berkarier di Indonesia.

"Saya rencananya setelah sekolah pulang berkarya di negeri sendiri. Ia ingin berkarya di Indonesia saja, tidak terlalu memikirkan ke go international," imbuhnya.

Mencari seta memulai untuk menggali bakat pada musiknya sejak usia dini, Isyana usai mengikuti dalam berbagai kompetisi bidang musik baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kepiawannya memainkan alat musik piano yang dapat membuatnya semakin mencintai akan dunia musik.

"Sebetulnya musik yang sudah dijalaninya umur tujuh tahun. Saya mulai mengikuti kursus sampai akhir compose lagu yang ikut kompetisi nasional serta internasional dan juga masuk pada ajang komposisi di Jepang," ujarnya.

Selanjtnya, wanita yang memiliki sebuah prinsip seperti nama pada singlenya Keep Being You ini tengah mengatakan bahwasannya musik tidak hanya sekedar menjadi sebuah hobi untuknya. Musik, ujar Isyana sudah menjadi dari bagian dirinya yang sudah tidak dapat terlepaskan.

"Saya lahir di dunia classic, Saya merasa passion sejak kecil bukan sebuah paksaan orang. Sehari, Saya tujuh sampai delapan jam dalam sehari main musik. Saya ingin musik bukan jadi hobi akan tetapi jadi profesi. Musik tidak dapat dilepaskan dari jiwa Saya," imbuh Isyana Sarasvati. (bintang.com)
Diberdayakan oleh Blogger.