Header Ads

Konsep Belajar Pendidikan Multikultural TK Al-Azhar Cilacap

Aisha News - Sebuah Pendidikan Multikultural di setiap negara mempunyai sebuah karakteristik berbeda hal ini sesuai dengan adanya sejarah, sekarang ini kita akan mencoba untuk mengenali pada karakteristik Pendidikan Multikultural. Mengapa yah? dikarenakan setiap negara mempunyai perbedaan untuk memahami sebuah fenomena multikultural fenomena tersebut pada multikultural yang nantinya dapat kita manfaatkan dan digunakan untuk menelaah pada fenomena yang akan terjadi di tanah air kita.

Septriwi Antarsari, Guru TK Al-Azhar Cilacap, mengungkapkan untuk mendapatkan pada kesempatan yang sangat berharga tersebut harus mengikuti sebuah kegiatan yaitu short course di Australia.

Kegiatan tersebut yang melibatkan sebanyak 40 orang guru yang berprestasi berbasis Nasional se-Indonesia yang akan dimulai dari tanggal 15 sampai 29 November tahun 2015.

Short course juga diselenggarakan pada Kementrian Agama RI yaitu bertemakan “Pengembangan Wawasan Multikultur Motodologi Pembelajaran dan Pengawasan Kependidikan”. ungkap Septriwi Antarsari (atau sapaan Oki).

“Ini yang merupakan sebuah program yang kedua kalinya pada Kementrian Agama dengan tahun sebelumnya di Oxford, Inggris” pungksnya.

Selanjutnya pada pemilihan di Australia yaitu salah satunya dengan kata lain alasan yaitu negeri Kanguru tersebut telah berhasil menerapkan pada pendidikan multi-kultural.

"Sebuah pendidikan multi-kultural yang sudah diterapkan pada saat Australia telah dibanjiri oleh penduduk luar serta mengancam kepada warga pribumi, yaitu Aborigin. Pada keberhasilan tersebut yang akan menjadi topik pada kajian utama kami yaitu karena hal ini sangat sesuai dengan Indonesia, bahwasannya Indonesia mempunyai berbagai ragam agama, ras, dan suku” ungkapnya.

Disebutkan, bahwasanya ada tiga lokasi yang dikunjungi yaitu Melbourne, Sidney dan Adelaide.

“Pada konsep pendidikan multi-kultural tersebut yang akan diintegrasikan dengan menggunakan pembelajaran agama yang terutama pada pendidikan karakter, ukhuwah Islamiyah, dan toleransi” Seluruh para peserta short course yang bertugas untuk menyebarluaskan pada konsep pendidikan multi-kultural di beberapa wilayah di Indonesia yang akan menjadi sebagai percontohan. Ungkap Septriwi Antarsari.
Diberdayakan oleh Blogger.