Header Ads

Korban Ditemukan Tenggelam di Sungai Logawa oleh Tim SAR

Aisha News - Tim gabungan "Search and Rescue" (SAR) telah menemukan mayat mahasiswa dari Fakultas Psikologi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, ungkap Supriyatna bahwa mahasiswa yang hilang tersebut karena tenggelam di bawa arus Sungai Logawa yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

"Korban tersebut didapati dalam kondisi sudah meninggal dunia pada sekitar jembatan di Sungai Logawa pukul 09.45 WIB, sabtu" ungkap Koordinator Badan "Search and Rescue" Nasional (Basarnas) di Pos SAR Cilacap.

Mayat tersebut sesudah dievakuasi, ungkapnya dari jenazah korban dibawa langsung ke Rumah Sakit Umum terdekat di Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, terlebih dahulu divisum sebelum mayat tersebut dipulangkan ke rumah keluarganya di Kelurahan Pasir Kidul RT 04 RW 01, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas.

Didapatinya mayat tersebut ungkap Supriyatna, bahwa pencarian korban yang tenggelam di Sungai Logawa selesai dan seluruh SAR telah kembali ke tempat masing-masing.

Menurutnya, untuk potensi SAR yang sudah terlibat pada operasi pencarian mahasiswa pada korban tenggelam tersebut yaitu antara lain pada Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Banyumas, Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), SAR Brimob, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI), Tim Reaksi Cepat Perlindungan Masyarakat (TRC Linmas) Banyumas serta anggota pecinta alam di perguruan tinggi Purwokerto.

Imbuh Supriyatna, anggota Kelompok Pecinta Alam Mayapada Purwokerto telah dilaporkan hilang dikarenakan tenggelam pada saat melakukan sebuah "tubing" (menyisiri alur di sungai dengan tidur di atas ban, red.) bersama rekannya yaitu Amidius Amrih, yang berada di Sungai Logawa hari Jumat (13/11/2015), pada pukul 15.00 WIB.

Mereka telah memulai "tubing" awalnya dari Desa Babakan di Kecamatan Karanglewas, Banyumas, hal ini kurang lebih 8 kilometer dari arah utara di jembatan Sungai Logawa di samping Monumen Panglima Besar Soedirman, Karanglewas, Banyumas.

Oleh karenanya pada bagian hulu sungai tepatnya berada di sebuah lereng Gunung Slamet bahwasannya telah terjadi hujan yang sangat lebat serta arus Sungai Logawa yang menjadi sangat deras dan debit air yang meningkat. Akibatnya pada arus Sungai Logawa, seorang korban telah berpisah dengan Amidis Amrih yang ada di bawah jembatan rel kereta api di Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas.

Amidis Amrih telah menepi tetapi korban sudah tidak terlihat sehingga pada kejadian tersebut langsung diinformasikan kepada rekan pecinta alam.

Korban tengelam karena tidak menggunakan alat pelampung diduga karena terbalik dari atas ban yang telah digunakan "tubing" pada arus Sungai Logawa.

Korban tengelam tersebut diperkirakan sudah tenggelam pada sekitar Depot Pasir yang tepatnya di Desa Jipang, ban karet yang telah digunakan tubing didapati sudah tersangkut di bawah jembatan di Sungai Logawa sebelah barat Monumen Panglima Besar Soedirman Jumat malam.
Diberdayakan oleh Blogger.