Header Ads

Menteri Desa PDTT : Banyak Desa di Mekarkan untuk Incar Dana Desa

Aisha News - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar menyebutkan saat ini sedang marak pemekaran desa yang terjadi di berbagai daerah di Tanah Air. Menurut Menteri Marwan, salah satu penyebab desa-desa baru itu muncul karena ingin mengejar penerimaan dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat dari dana APBN.

Menteri Desa PDTT pada kesempatan tersebut mengungkapkan berbagai hal, diantaranya "Banyak desa baru bermunculan itu karena mengincar dana desa dari APBN" ujarnya seusai  mengisi acara seminar yang mengambil tema yaitu “Seminar Nasional Membangun Indonesia dari Perbatasan”, yang diselanggarakan pada hari Senin malam, (16/11/ 2015).

Lebih lanjut Menteri Desa kepada media mengutarakan “Untuk itu, pemerintah kini konsen memberlakukan kebijakan moratorium pemekaran desa, dari tingkat desa hingga tingkat provinsi. Pemekaran seringnya karena alasan politis saja," imbuhnya.

Data statistik daerah dalam Permendagri No. 39 Tahun 2015 yang berisi tentang Jumlah Desa mencatat yaitu jumlah desa pada awal tahun 2013 hanya 72.944 Desa. Kemudian jumlah desa melonjak drastis pada tahun ini hingga mencapai angka 74.093 desa. Sedangkan jumlah kelurahan pada tahun 2013 hanya 8.309 serta pada 2015 naik menjadi 8.412 kelurahan.

Bila dilihat kebelakang, sesungguhnya, sebelum pemilu, Kemendagri sempat memberlakukan aturan moratorium pemekaran desa serta kecamatan. Tujuannya supaya pemerintah dapat mudah mengatur tempat pemungutan suara. Namun faktanya saat pemilu selesai, daerah meminta moratorium itu dicabut serta permintaan pemekaran membeludak.

Sedangkan dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, disitu dijabarkan tentang syarat-syarat pembentukan sebuah desa. Yaitu mempertimbangkan prakarsa masyarakat desa, asal - usul, adat istiadat setempat, kondisi sosial budaya masyarakat desa, kemampuan juga potensi desa, jumlah penduduk, wilayah, serta batas kewilayahan.
Diberdayakan oleh Blogger.