Header Ads

Menyebarkan dan Menyimpan Uang Palsu Tertangkap di Cilacap

Aisha News - Tim Satreskrim Cilacap' Polres Cilacap, Jawa Tengah menangkap pengedar jenis uang palsu yang sekarang ini diduga jaringan lintas daerah dan barang bukti uang palsu dari tersangka.

Modus uang palsu tersangka tersebut akan menggunakan uang palsu untuk alat transaksi jual beli untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Seorang wanita yang berasal di Jalan Logawa Kelurahan Donan Kabupaten Cilacap Tengah telah dibekuk atau ditangkap oleh Sat Reskrim Polres Cilacap dikarenakan diduga telah menyimpan sejumlah uang palsu.

Tersangka MAR telah diamankan oleh aparat kepolisian berdasarkan pada laporan dari sejumlah masyarakat yang curiga, bahwasannya terkait maraknya pada peredaran uang palsu yang berloksi di Kelurahan Donan.

AKBP Ulung Sampurna Jaya, Kapolres Cilacap melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Sulistianto, pada hari Kamis (12/11/2015), membawa informasi bahwasannya petugas telah mengeledah rumah tersangka dan juga sudah mengamankan sejumlah uang dengan pecahan Rp 50 ribu yang berjumlah 20 lembar.

“Tersangka MAR mengakui bahwa uang palsu yang diperoleh dari salah seseorang yang juga mengaku sebagai nama Rahmat yang langsung datang ke rumahnya serta menawarkan sejumlah uang palsu” ungkapnya.

MAR menjelaskan pada akhirnya termakan juga bujukan dari Rahmat dengan membeli sejumlah uang palsu dengan harga Rp 500 ribu 30 lembar uang palsu untuk pecahan Rp 50 ribu atau dapat di sebut juga sebanyak Rp 1,5 juta.

“Selain itu tersangka MAR juga telah membayar sejumlah uang Rp 300 ribu 20 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 50 ribu atau dapat dinilai Rp 1 juta” pungkasnya.

Pengakuan tersangka MAR, bahwasannya ia sudah membelanjakan sejumlah uang palsu tersebut demi kebutuhan sehari-hari serta sisanya dengan jumlah Rp 1 juta yang diamankan di Mapolres Cilacap.

“Penangkapan tersebut dengan bertujuan untuk menjelskan keresahan warga adanya marak pada peredaran uang palsu. Kasus tersebut akan terus kita perlebar luaskan atau dikembangkan dan juga melakukan pengejaran terhadap salah satu target yaitu Rahmat informasi dari tersangka MAR” ujarnya.

Selanjutnya ditambahkan bahwasannya tersangka MAR yang akan dijerat dengan Pasal 36 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan pidana pidana kurungan paling lama 1  tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.