Header Ads

Peluang Bisnis Tiket Online di 2016 Masih Terbuka

Jakarta  - Aisha News : Peluang bisnis e-commerce diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Belum lagi ditambah kemajuan teknologi informasi dan  komunikasi yang kian hari kian canggih. Tak terkecuali bisnis penjualan tiket online yang akan terus tumbuh seiring tumbuhnya ekonomi kalangan menengah atas.  

Bisnis penjualan tiket secara daring diprediksi akan mengalami suatu pertumbuhan lebih baik lagi di tahun 2016. Hal tersebut tentunya sejalan dengan  membaiknya kondisi perekonomian Indonesia serta terselesaikannya hambatan dan tantangan ekonomi yang tengah melanda Tanah Air.

"Bisa lebih lagi, pertumbuhan ekonomi sekarang ini sudah membaik, satu itu, yang kedua hambatan yang ada di tahun ini seharusnya sudah selesai, contohnya Undang - undang  e-commerce yang dibuat pemerintah, itu sedang diselesaikan," ungkap Managing Director juga sebagai Co-Founder pada web e-commerce yaitu Tiket.com yang bernama Gaery Undarsa di sebuah acara di Menara BCA, beralamat di  Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat,baru - baru ini,  Senin (30/11/2015).

Dirinya lebih lanjut mengungkapkan, fokus utama pemerintah pada tahun ini memang lebih banyak untuk disalurkan untuk memperbaiki masalah kondisi makroekonomi.  Namun tahun depan, diprediksi hal tersebut sudah mulai akan lebih baik jika tentunya dibandingkan dengan tahun ini.

"Tahun ini fokus pemerintah terbagi - bagi karena sesuatu hal diantaranya yaitu ada masalah ekonomi makro, tahun depan semua diprediksi sudah baik, harusnya lebih  baik lagi dibandingkan tahun ini. Jadi sudah dipastikan akan jauh lebih baik kondisinya ditahun yang akan datang yaitu tahun 2016," ujarnya kepada media.

Lebih lanjut Gaery mengungkapkan, khusus bagi jasa tiket online, Tiket.com, porsi penjualan tiket domestik masih lebih besar jika dibandingkan dengan tiket untuk tujuan internasional. Di  mana peluang pangsa penjualan tiket diprediksi hampir mencapai 80 persen yang masih didominasi oleh domestik, sedangkan sisanya hanya sejumlah 20 persen yang pasar tiket internasional.

"Konsumsi pasar di Indonesia seperti sekarang ini masih sangat kuat. Fokus kita di pasar domestik. Bisa dilihat juga kondisi sekarang airport-airport lagi banyak dibenarkan. Jadi  peluang ke depan tentunya lebih baik,"pungkas Gaery.
Diberdayakan oleh Blogger.