Header Ads

Pemasangan Pendeteksi Gerakan Tanah oleh BPBD Cilacap

Aisha News - Dalam mempersiapkan upaya mengantisipasi yang kemungkinan akan terjadi bencana ketika musim penghujan yang akan datang. Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, upaya yang dilakukan yaitu dengan menggunakan alat pendeteksi dari sekarang antisipasi adanya gerakan tanah yang berada di beberapa titik lokasi yang rawan longsor.

"Terakhir, kami akan segera memasang sebuah alat untuk mendeteksi longsor di beberapa Desa Pangedegan di Kecamatan Majenang,'' uangkap Tri Komara Sidy, Kepala BPBD Cilacap pada Kamis (19/11/2015).

Ia menyatakan bahwasannya menjelang musim penghujan sekarang, terdapat tiga tempat yang sekarang dipasang sebuah alat deteksi untuk pergerakan tanah. Selain itu Desa Pengadegan, dalam hal ini pihak BPBD pun telah memasang sebuah alat yang sama tepatnya di wilayah Desa Ujungbarang Kecamatan Majenang dan Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu.

Alat deteksi ini adalah yang merupakan sebuah bantuan pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemasangannya pun yang dilakukan oleh pihak Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. '"Kami cuma menfasilitasi serta menunjukkan titik lokasi yang rawan longsor dan memerlukan sebuah alat deteksi dari sekarang. Yang melaksanakan yaitu semua dari pihak Pemprov Jateng,'' ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwasannya pada tahun yang sebelumnya pihak Pemkab cilacap pun sudah sering mendapat bantuan berbagai alat deteksi untuk gerakan tanah. Bantuan yang terakhir, dari sekarang berati sudah tersedia delapan alat untuk deteksi yang sudah terpasang dalam berbagai wilayah rawan longsor di Kabupaten Cilacap. "Diantaranya yaitu dipasangnya pada Desa Majingklak, Dusun Dukuh Tengah dan Kecamatan Wanareja,'' ungkapnya.

Selanjutnya pada pemasangan alat deteksi dari sekarang tersebut sudah dipasang delapan alat, namun demikian sampai sekarang masih kurang dengan dibanding pada jumlah titik lokasi yang rawan longsor yang terdapat di Cilacap. Namun dalam hal tersebut berdasarkan pemetaan yang sudah dilakukan oleh pihaknya, yaitu semua di Kabupaten Cilacap yang tersedia ada 76 desa yang sekarang sudah masuk pada kategori wilayah rawan longsor serta gerakan tanah." Pada 76 desa tersedia ada sedikitnya 800 KK," pungkasnya.

Dalam hal ini pada keseluruhan desa yang ada di wilayah Cilacap, Tri Komara menyatakan bahwa daerah paling banyak yang masuk pada kategori rawan longsor yaitu tepat berada di wilayah Cilacap bagian barat. Yaitu, Kecamatan  Majenang, Dayeuhluhur, Karangpucung, Cimanggu dan Wanareja.

Sebagian besar pada pemasangan alat deteksi dari sekarang yaitu terdapat delapan alat pendeteksi, namun pihaknya sekarang lebih memprioritaskan untuk daerah yang sekarang paling banyak rawan bencana longsor. Tetapi sepertinya yang sekarang dipasang terdapat di Desa Pengadegan, Kecamatan Majenang dan untuk daerah ini sudah terjadi sebuah retakan tanah pada bulan Februari 2015.
Diberdayakan oleh Blogger.