Header Ads

Pembuatan Bronjong Sabut Kelapa Anti Longsor di Cilacap

Aisha News - Pencegahan pada bencana longsor sekarang ini, Pemkab Cilacap sekarang sudah melakukan berbagai hal untuk antisipasi. Dalam hal ini untuk langkah antisipasi tersebut yaitu dilakukan pembuatan bronjong yang berloksi titik rawan. Pembuatan bronjong tersebut dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Cilacap, hal ini tidak hanya memakai bahan baku batu solid tentunya.

Pada pembuatan bronjong menggunakan sabut kelapa tersebut yang merupakan sebuah inovasi hasil dari kreativitas warga di Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Hal ini bahkan dari inovasi tersebut telah mendapatkan juara pertama di pameran dalam peringatan yaitu Bulan Pengurangan Risiko Bencana di daerah Solo.

Tri Komara mengatakan, inovasi bronjong sabut kelapa sangatlah berguna supaya mengurangi dalam pergeseran tanah hidup atau longsor. Lebih lanjutt, antisipasi terhadap longsor yang menggunakan menggunakan sebuah jaring sabut kelapa dengan inovasi yang terbaru dan tentunya ramah lingkungan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, Jumat (14/11/2015) "Di beberapa tempat, kami telah menggunakan sebuah bahan baku yaitu serabut kelapa supaya membuat bronjong untuk penahan longsor di yang tebing curam,".

"Banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh dari pembuatan bronjong yang menggunakan sebuah serabut kelapa. Yaitu dalam hal ramah lingkungan dan yang terutama murah, sebuah teknologi yang sangat sederhana ini dapat digunakan untuk media konservasi. Terutama di wilayah Cilacap, disini banyak sabut kelapa dari warga yang dihasilkan oleh para petani" ujarnya.

Adanya teknologi tersebut, bahwasanya Tri Komara menyatakan, bahwasannya sekarang sudah terdapat beberapa titik pusat tebing tinggi serta rawan adanya longsor yang sekarang sudah dipasangi dengan media bronjong sabut kelapa. Yaitu Desa Sumpinghayu di Kecamatan Dayeuhluhur, Desa Jambu Kec Wanareja, Desa Ujungbarang Kec Majenang dan Desa Mandala Kec Cimanggu, serta Desa Bengbulan Kec Karangpucung.

"Total semua bronjong yang sekarang sudah dipasang dengan jumlah total antara 4 ribu meter persegi. Inovasi sabut kelapa tersebut dapat dibuat menjadi sebuah jaring dengan cara manual serta dapat digunakan mengurangi terhadap longsoran" jelasnya.

Lebih lanjut Tri Komara menambahkan, untuk pemasangan bronjong tepatnya di bukit yang curam dapat diperkuat dengan mengunakan cara penanaman berbagai rumput khususnya rumput akar wangi. Dikarenakan pada rumput akar wangi sistem perakaran tanaman tersebut sangatlah kuat untuk mencegah terjadinya.

Eddy Wahono mengakui, Anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Jateng, dalam pembuatan bronjong yang memakai sabut kelapa tentunya memiliki banyak sekali keuntungan. "Hal ini tidak memerlukan pembiayaan yang besar, serta teknologi tersebut dapat menahan air dengan jumlah kapasitas besar hal ini tertentu dapat untuk media resapan," pungkasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.