Header Ads

Proyek Kilang Rp 10 Triliun Diresmikan oleh Wakil Presiden di Cilacap

Aisha News - Peresmian Proyek Kilang yang berada di Cilacap diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada hari (26/11/2015) akan meresmikan sebuah proyek Kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah.

RFCC di kilang minyak di Cilacap yaitu perusahaan milik PT Pertamina (Persero), kini akan memproduksi Elpiji dan High Octane Mogas Component (HOMC). Produksi HOMC yang ada di RFCC akan segera ditarget mencapai kisaran 37.000 barel dalam sehari, untuk elpiji yaitu sebesar 1.066 ton dalam sehari serta Propylene yaitu sebanyak 430 ton dalam sehari. Hal tersebut dengan demikian dapat diharapkan dalam upaya mengurangi impor serta menghemat devisa untuk negara sampai 5%-6% dalam hitungan per tahunnya.

Dengan demikian yaitu selain peresmian pada kilang RFCC, kini akan ada sebuah penandatangan kontral yaitu antara Pertamina dan JGC serta RU IV antara Saudi Aramco dengan Pertamina, penandatngan HoA (Head of Agreement), Refinery Development Master Plan (RDMP) .

Wakil Presiden pun akan langsung meninjau ulang kilang MCB ( Main Control Building) dan RFCC. Sangat diharapkan, setelah selesainya RFCC maka dengan demikian akan terdapat penambahan berbagai kapasitas produksi 62.000 bph. Dengan perincian produksi propylene 5.177 barrel per stream day (bpsd), C5 + gasoline 37.586 bph,  Elpiji 11.625 bpsd, dan LCO + DCO 12.851 bpsd.

Sekarang ini, untuk Kilang Cilacap yang kini mempunyai kapasitas produksi sekitar 350.000 barel dalam sehari (bph). Dari jumlah tersebut, sekitar 45% produksi yang merupakan Premium atau juga antara 160.000 bph. Pada proyek RFCC dengan tujuan dalam upaya meningkatkan berbagai kapasitas pencampuran kilang RON 92 serta sekaligus dapat mengurangi impor HOMC.

Selanjutnya Proyek RFCC yang kini dimulai sejak tahun 2011 dengan total biaya investasi US$ 850 juta atau antara Rp 10 triliun. Pada proyek tersebut akan dilakukan dan dilaksanakan konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan juga Goldstar Co. Ltd. di Korea Selatan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.