Header Ads

Gangguan Jiwa Akibat Penyalahgunaan Obat Somadril

Gangguan Jiwa Karen Salah Menggunakan Obat

Aisha News - Setelah beberapa bulan kebelakang Indonesia di hebohkan dengan produksi vaksin palsu, kini Indonesia di gemparkan lagi dengan Peredaran obat ilegal. Meskipun yang di produksi adalah obat yang biasa digunakan oleh dokter berjenis Somadril dan Dextrometropan yang sampai sekarang masih diresepkan oleh dokter kepada pasien, Namun tetap saja akan menimbulkan berbagai dampak negative bagi masyarakat khususnya bagi orang awam yang mengkonsumsinya tanpa resep atau sesuai dengan dosisnya.

Menurut dr. Andri, SpKJ, FAPM yang kami kutip dari health.kompas,com Ternyata Trihexypenidil sebenarnya sempat masuk berita karena dengan kasus penyalahgunaan obat penenang. Padahal para dokter jiwa menggunakan obat ini sebagai antiparkinson pada pasien psikotik yang menggunakan obat antipsikotik. selain itu Trihexypenidil mpula sudah digunakan bertahun-tahun oleh dokter karena efek terapinya yang baik untuk pasien psikotik. Jadi jika digunakan sesuai dengan resep dapat memberikan efek kondisi relaks dan menenangkan bagi pasien.

Akibat Penyalahgunaan Obat Somadril
Dalam situs Web MD dikatakan bahwa obat Somadril biasanya digunakan untuk terapi singkat kondisi nyeri dan kaku otot, karena memang bahan 'carisoprodol' yang terdapat di dalamnya adalah obat anti nyeri. Namun, selain mengonsumsi Obat ini pasien juga harus melakukan terapi lain seperti terapi agar tidak menimbulkan efek yang negative. Meskipun begitu obat somadrin ini tidak pernah diberikan untuk waktu yang cukup lama, biasanya kurang dari tiga minggu pemakaian.   Efek samping ringan dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala (seperti orang mabuk). Penggunaan dalam dosis besar akan menimbulkan perubahan mood dan halusinasi,kejang, perlambatan nafas dan pandangan menjadi kabur kabur.

Harus Melakukan Pengawasan yang Ketat 
Melihat dari efek samping yang di timbulkan sangat besar yaitu bisa merambah kepada gangguan jiwa maka penyebarluasan obat ini harus mendapatkan ekstra perhatian dari BPOM sendiri.

"Saya berharap BPOM di Indonesia untuk lebih ketat dalam pengawasan obat. Sudah diketahui umum bahwa obat-obat penenang memang banyak dijual secara bebas di apotek online, bahkan dulu saya pernah menemukannya ada suatu toko online ternama yang ikut menjual obat tersebut (walaupun sekarang sudah tidak ada lagi)." Kata Andri.
"Di media sosial, saya Sudah Berkali-kali menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati, karena obat ini bisa ditemukan secara mudah, meskipun harganya bisa jadi sangat mahal apabila dijual secara online." Tambah Andri.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.