Header Ads

Hati-Hati, Kanker Payudara Banyak Menyerang Anak Muda

Hati-Hati, Kanker Payudara Banyak Menyerang Anak Muda


Meskipun kanker bukan sebuah penyakit menular, namun penderita kanker terutama kanker payudara pada perempuan meningkat tajam khususnya pada kaum muda.

Menurut Dr.Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, "Perbedaan penderita kanker payudara di negara maju sama negara berkembang (Indonesia) adalah jika pada negara maju penderita kanker diantar oleh para anak-anaknya, namun di Indonesia penderita kanker payudara datang ke Rumah sakit malah membawa anak-anaknya. Artinya para penderita yang datang masih para muda-muda."

Ia juga menuturkan penderita kanker payudara di Indonesia mencapai 30% Kaum Muda. Pada tahun 2013, dari 100.000 wanita Indonesia ada 40 wanita yang mengidap kanker payudara. Sedangkan menurut Dr.Niken Palupi, MKM, Kasubdit Pengendalian Penyakit Kanker Kemenkes RI, pada tahun 2010, penyakit kanker belum termasuk kepada daftar 10 besar penyakit penyebab kematian, Namun di tahun 2015 kanker menjadi peringkat pertama penyebab kematian.

Di ASEAN sendiri negara dengan pengidap penyakit tidak menular (Kanker) ini Indonesia menduduki peringkat kedua setelah negara Thailand. Persentase perbandingannyapun sangat tipis, hanya beberapa persen saja, sehingga ditakutkan kedepannya jika tidak ada langkah untuk menanggulangi ini maka bisa dipastikan Indonesia menjadi Peringkat Pertama pengidap Kanker.

Bagaimana Pelayanan Kanker di Indonesia ?
Di Indonesia pelayanan kanker masih terbatas, diakibatkan oleh tidak meratanya dokter spesialis yang terdapat di tiap daerah baik untuk dokter spesialis onkologi maupun bedah onkologi. Tercatat sampai saat ini hanya terdapat 200 orang dokter bedah onkologi dan  dokter bedah onkologi medik hanya 130 orang. Yang paling mengenaskan adalah di Indonesia bagian Timur, sama sekali tidak ada dokter spesialis onkologi medik maupun bedah onkologi. sehingga kalau mengejar pelayanan kuratif tidak akan terkejar.

Menurut Niken, Untuk saat ini penanggulangan kanker ditekankan pada upaya promotif dan preventif.  Kementrian keseshatan sudah membagi masyarakatnya menjadi tiga bagian yaitu populasi yang sehat, populasi berisiko dan masyarakat yang sudah menderita kanker.

Semoga berita ini dapat menjadi motivasi bagi para masyarakat untuk melakukan sadanis kanker / pendeteksian dini, agar pada saat mengobatinya tidak parah / susah. karena pada saat ini dari target pemerintah yang melakukan pendeteksian dini sebanyak 37 juta perempuan, baru mencapai 1,5 juta atau 3,4% saja. padahal program ini sudah dijalankan sejak 2009 silam.

Bantu Share agar banyak org yang terhindar dari penyakit kanker, dan bisa hidup sehat lebih lama :)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.