Header Ads

Pernyataan Aa Gym soal Pidato Ahok Lecehkan Al'Quran

Aisha News - Sosok seorang figur yang kini naik daun bahwasanya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Gubernur DKI Rabu (30/9) yang lalu tepatnya di Kepulauan Seribu, bahwa ia telah dianggap sudah melecehkan umat Islam soal dengan ungkapan ‘dibohongi pakai Surat Al Maidah 51’ yang terdapat dalam pidatonya.

Hal tersebut menjadi sebuah kontroversi serta kontan menjadi sebuah bahan obrolan atau kericuhan hal ini karena Umat Muslim sudah merasa dilecehkan yang dinytakan oleh pernyataan tersebut. Ungkap Aa Gym tokoh DAI ia turut bicara mengenai kontroversi pernyataan Ahok yang telah di utarakannya persoalan ‘dibohongi pakai Surat Al Maidah 51’.

Kutipan video yang telah diunggah pada Halaman Facebook KH Abdullah Gymnastiar, bahwa Aa Gym mennyatakan bahwa perbuatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah melebihi batas dan sikap tercela. Tetapi Aa Gym telah menghimbau supaya menyikapi untuk perbuatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut dengan upaya tidak melampaui batas ambang etika. Aa Gym sudah meminta supaya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera meminta maaf dengan terbuka kepada seluruh Umat Islam, bahwa ia diakui dengan jujur serta tidak boleh mengulanginya kembali. Akan tetapi jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa tidak bersalah serta tetap menolak melalukanya maka tokoh Aa Gym menyeru kepada kaum muslimin supaya untuk menempuh jalur hukum yang sesuai.

Selanjtnya untuk peristiwa ini ungkap Aa Gym dapat menjadi sebuah alat ukur untuk keimanan umat muslimin. Namun jika hati semua merasa tersinggung serta merasa terluka hal ini maka kita masih sangat peduli pada Kitab Allah.

Aa Gym telah menghimbau supaya menilai dikarenakan pada kejadian ini terdapat hikmah diantaranya bahwa pemimpin yang berbeda agama atau akidah tidak akan dapat memahami apa yang semua kita muliakan dan juga kita hormati dikarenakan ia tidak mengimani apa yang di imani oleh kita. Nyatalah Firman Allah tercantum sebanyak 7 ayat yang terdapat dalam Al Qur'an supaya menyuruh kepada kaum muslimin supaya tidak memilih pemimpin dengan beda akidah.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.