Header Ads

Tetap Bisa Punya Anak Meskipun Mengidap Kanker

Wanita Tetap Bisa Punya Anak Meskipun Mengidap Kanker
Aisha News - Bagi perempuan pengidap kanker yang berusia sekita 15 - 19 tahun kesuburan rahimnya akan terganggu dengan pancaran radiasi atau komoterapi, oleh sebab itu bagi perempuan yang ingin punya anak harus menggunakan pengobatan lain seperti  teknologi pengawetan kesuburan (fertility preservation) sebelum kemoterapi.

Dengan melakukan Pengawetan kesuburan yang dilakukan sebelum kemoterapi dan radiasi maka rahim akan kuat menahan pancaran sinar berbahaya yang dihasilkan dari kemoterapi atau radiasi.

Di Indonesia sendiri Teknik ini belum populer, Dikarenakan terapi karena kanker yang dilakukan hanya terfokus untuk menangani kankernya saja. Tidak memperhatikan bagian tubuh yang lainnya, Padahal penderita kanker yang berhasil sembuh kemudian ia ingin memiliki anak kandung, bukan anak hasil adopsi.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk fertility preservation (pengawetan kesuburan). Teknik yang paling umum dilakukan adalah dengan cara menyimpan embrio (kriopreservasi embrio) pada perempuan yang sudah menikah, dan membekukan sementara sel telur belum dibuahi bagi perempuan yang belum nikah. Begitupun dengan Pria, yaitu dengan menyimpan sperma.

Cara penyimpanannya adalah dengan mengambil sel telur dari ovarium kemudian mempertemukannya dengan sperma di luar tubuh, setelah itu Embrio dibekukan kemudian disimpan lagi. Tingkat keberhasilan dari pengawetan kesuburan ini dipengaruhi oleh tingginya penyimpanan embrio. Sedangkan pada pria sangat mudah, cukup dengan dibekukan kemudian disimpan pada bank sperma, dan bisa di ambil berpuluh-puluh tahun lamanya ketika istri menginginkan.

Sejauh ini penggunaan metode pengawetan kesuburan tidak membahayakan janin, asalkan janin tidak terpapar obat dan atau radiasi untuk terapi kanker.
Semoga para dokter di Indonesia membidik pengobatan ini, agar para pengidap kanker terutama perempuan bisa memiliki anak kandung.



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.