Header Ads

Kronologi Gunung Merapi Yogyakarta Meletus Tadi Pagi

Aisha - Gunung Merapi di Yogyakarta mengalami aktivitas erupsinya pada pagi ini, Jumat (11/5/2018) Telah terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 07:43 wib dengan durasi kegempaan 5 menit, ketinggian kolom 5500 m diatas puncak.

Pukul 08.54 erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air) Erupsi berlangsung satu kali dan tidak di ikuti erupsi susulan, sebelum erupsi freatik terjadi jaringan seismic gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan, namun demikian sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat, pada pukul 06:00 wib, pasca erupsi kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan suhu kawah mengalami penurunan.

“Ada suara gemuruh yang kami dengar sekitar pukul 07.30 WIB,” terang Warno, warga Dukuh Mlambong, Desa Seruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Menurut keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, hingga saat ini status Gunung Merapi berada di level I (normal).

Meski demikian, radius 3 kilometer dari puncak kawah Merapi erupsi merupakan daerah yang berbahaya.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Hingga sekarang ini, belum ada laporan korban jiwa. Aparat dan petugas BPBD masih melakukan pemantauan,” ujar Sutopo.

“Bagi masyarakat yang tinggal dalam radius 5 km semisal Kinahrejo, BPBD Sleman sudah memberikan instruksi untuk melakukan evakuasi. Masyarakat menanggapinya dengan melakukan evakuasi secara mandiri,” imbuh Sutopo.

Adapun sebagaiman dihimpun, kata Sutopo, ada sekitar 120 orang pendaki yang tengah melakukan pendakian manakala Gunung Merapi erupsi.

Kepada para pendaki, Sutopo mengimbau agar mereka tidak memaksa mendekati puncak kawah Merapi dan mengikuti rekomendasi dari BPBD.

“Dari laporan sementara, ada 120 orang yang mendaki dan mendekati Pasar Bubrah. Mereka semua dalam kondisi selamat,” tutur Sutopo.

Informasi menyebutkan, letusan Gunung Merapi kali ini merupakan letusan freatik yang mengakibatkan munculnya abu vulkanik yang dirasakan di wilayah yang ada di Sleman.

Adanya abu vulkanik akibat letusan freatik Gunung Merapi, BPBD Sleman meresponnya dengan membagikan puluhan ribu masker kepada warga.

Tujuan pembagian masker sendiri sebagai langkah antisipatif dari bahaya abu vulkanik.

Diutarakan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, pihaknya sudah membagikan 50 ribu masker kepada warga.

Pembagian masker tersebut dimaksudkan untuk menjaga kesehatan warga dari abu vulkanik akibat erupsi Merapi.

“Stok masker untuk dibagikan kepada warga jumlahnya 65 ribu, dan kami sudah mebagikan kurang lebih 50 ribu masker,” terang Makwan.
Diberdayakan oleh Blogger.