Empat Model Pemimpin Referensi Rasulullah

0
15
Empat Model Pemimpin Referensi Rasulullah

Berita (Aisha.co.id) Tahun sekarang yaitu tahun politik dimana digelarnya pesta demokrasi besar-besaran di Tanah Air pada 2019. Masa sekarang bukan hanya pemilihan presiden saja ataupun pemilu legislatif, dimana di beberapa daerah akan dilangsungkan dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak.

Hampir di ruas jalan dan juga lokasi yang strategis dimanfaatkan para calon kandidat untuk menyosialisasikan profil diri mereka kepada masyarakat, hal tersebut baik menggunakan baliho, spanduk, ataupun alat peraga dalam kampanye lainnya. Hal tersebut supaya dipilih menjadi pemimpin yang dipilih oleh masyarakat, baik pemimpin di tingkat desa atau kelurahan, wakil rakyat yang ada di kursi legislatif, ataupun pemimpin negara.

Menjadi seorang pemimpin atau wakil rakyat nyatanya gampang-gampang susah. Banyak yang sudah terpilih, namun gagal menjadi pemimpin yang sebenarnya. Banyak yang mengaku wakil rakyat, namun kenyataannya tak benar-benar mewakili rakyat.

Seorang pemimpin pada dasarnya harus benar-benar memperjuangkan sesuatu hal yang menjadi kepentingan dan kebutuhan rakyatnya. Yang tidak kalah penting, seorang pemimpin harus punya bekal ilmu manajemen. Agama Islam telah mengatur konsep dasar untuk menjadi sosok seorang pemimpin yang andal dan dapat memperjuangkan para rakyatnya.

Allah berfirman dalam Q.S Al Baqarah ayat 30, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Ia menambahkan dalam menjadi seorang pemimpin, sosok Rasulullah harus dijadikan role model dan suri tauladan. Menurutnya, terdapat empat model seorang pemimpin yang baik sesuai dengan Rasulullah yakni pemimpin sebagai seorang pelayan rakyatnya dengan model pemimpin sebagai perintis, penyelaras, pemberdaya, dan panutan.

Sebagai pemimpin perintis, menurutnya sosok pemimpin harus mengungkap atau tahu apa yang menjadi kewajiban pemimpin dengan mengetahui segala kebutuhan stakeholder atau rakyatnya.

“Yang dibutuhkan masyarakat antara lain ada empat yakni agama, kesehatan, misi, dan sistem yang baik. Hal itu dapat ketahui ketika pemimpin mengetahui kebutuhan masyarakat. Kalimat bangunlah jiwanya bangunlah badannya dalam lagu Indonesia Raya yakni jiwa itu dapat diisi dengan kebutuhan spiritual. Apa pun agamanya pasti sangat membutuhkan. Sedangkan badannya dapat diartikan segala kebutuhan rakyatnya selain spiritual,” ujarnya.

Kemudian, menjadi pemimpin dengan model penyelaras yaitu sosok pemimpin yang dapat menyelaraskan sesuatu hal yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga yang dibangun oleh pemimpin melakukan kerja nyata terjun langsung ke dalam masyarakat atau dapat diartikan kolaborasi.

Ketiga, pemimpin harus dapat menjadi seorang yang memberdayakan sesama. Dengan memberdayakan segala hal secara tidak langsung akan timbul persaingan sehat untuk melakukan hal yang terbaik. Pemimpin dalam mengemban tugasnya memiliki sosok-sosok pembantu yang dapat dipercaya, jika fungsi pemberdayaan itu berjalan dengan baik, fungsi delegasi dan segala sesuatu hal yang ada di dalam masyarakat akan cepat sampai terdengar kepada pemimpin. Sehingga pemimpin dapat melakukan tindakan cepat untuk menyelesaikan persoalan.

Keempat, pemimpin harus menjadi panutan bagi seluruh rakyatnya. Pemimpin yaitu sosok yang dihormati bagi masyarakat, maka dibutuhkan sikap yang arif, adil, dan bijaksana. Pemimpin harus menyadari betul ketika ia menjabat maka ia secara otomatis akan dicontoh oleh rakyatnya.

Ia menegaskan, hal itu tidak hanya digunakan oleh pemimpin yang memiliki jabatan atau kekuasaan saja. Melainkan, seluruh manusia yaitu pemimpin di bumi.

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang yaitu pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara yaitu pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami yaitu pemimpin atas anggota keluargannya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yaitu pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggungjawabnya. Seorang pembantu rumah tangga yaitu bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin akan ditanya atas pertanggungjawabannya” (HR. Muslim).

Maka dari itu seorang pemimpin haruslah bijak serta bertanggung jawab karena di akhirat kelak dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Segala pertanggungjawaban sebagai pemimpin akan diperhitungkan dan di hadapan Allah tidak akan dapat dihindari.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here