Malaysia Menyatakan Kapal Penduduk Malaysia diTahan Indonesia

0
17
Malaysia Menyatakan Kapal Penduduk Malaysia diTahan Indonesia

Berita Nasional, (Aisha.co.id),- Kapal nelayan milik penduduk Malaysia tersebut dari Pantai Remis yaitu dengan penumpang berjumlah empat awak kapal yang berasal berasal dari Thailand dan juga Kamboja diklaim sudah ditahan oleh pihak Kapal Patroli Indonesia pada saat masih sedang di lokasi perairan Malaysia, yaitu tepatnya pada posisi di garis barat Pulau Talang, Perak.

Laksamana Madya Maritim Dato’ Mohd Zubil Bin Mat Som sebagai Wakil Kepala Direktur Operasi Agensi Penegakan Maritim Malaysia Kementerian Dalam Negeri, telah menyampaikan bahwa peristiwa tersebut kepada media yang ada di Putrajaya, Rabu (13/2). “Antara jam 10.38 pagi Pusat Operasi Maritim di Malaysia telah menerima pengaduan langsung dari empunya yaitu sebuah kapal nelayan, kehadiran kapal Indonesia pada posisi selama 55.4 batu nautika dari barat Pulau Talang, Perak, dari perairan Malaysia,” ungkapnya.

Selanjutnya, kira-kira jam 10.45 pagi kapal KM Gagah sudah langsung ditugaskan pada tempat kejadian. Kapal milik malaysia yang berasal dari Pantai Remis yang membawa empat orang awak yaitu seorang penduduk berasal dari negara Thailand dan juga tiga penduduk negara Kamboja.

“Melalui sistem deteksi dalam kasus ini didapati jam 10.38 pagi kapal nelayan PKFB 1689 sudah dikejar, selanjutnya pada posisi 58.8 batu nautika (Satu batu nautika sama dengan 1.151 kilometer) yang ada di barat laut Pulau Talang, Perak, kapal langsung ditarik menginjak perairan yang berada di Indonesia selama jam 01.29 tengah hari yang mengarah ke Medan, Indonesia,” tuturnya.

Kapal PKFB 1689 telah memperkecil tombol sebanyak empat kali yaitu pada 10.30 pagi, 10.31 pagi, 10.32 pagi dan 11.10 pagi. “Kapal TLDM, KD Mahameru langsung bergerak ke tempat kejadian pada jam 11.40 pagi, sedangkan Maritim Malaysia kini sudah menghubungi pihak Kedutaan Indonesia yang berada di Kuala Lumpur dan Konsuler Indonesia yang berada di Pulau Pinang untuk mendapatkan informasi tentang kebenaran tentang insiden tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya 2 Februari 2019, yaitu dua buah kapal KHF 1980 dan juga KHF 2598 kini sudah ditahan oleh pihak pemerintah Indonesia yaitu pada perairan zona perbatasan Malaysia tersebut masuk pada area Zona Ekonomi Eksklusif. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here